117 Atlet dari Bermacam Negeri Beradu Ketepatan…

16

Informasi Menarik Terbaru – Informasi terbaru tentang
117 Atlet dari Bermacam Negeri Beradu Ketepatan…


loading…

BATU – Kawasan Gunung Banyak, Kota Batu, Jawa Timur, menjadi ajang beradu ketapatan mendarat buat 117 orang atlet paralayang dari 16 negeri. Mereka mengikuti Paragliding Accuracy World Cup 2018, dan Paragliding Accuracy Asian Cup 3rd.

Kejuaraan dunia paralayang, yang digelar untuk mungkin kedua di Kota Batu ini, pun diikuti oleh para atlet Tim Nasional Indonesia. Mereka adalah atlet, yang hendak berlaga di Asian Permainan pada bulan Agustus mendatang.

Panitia pertandingan, Sugeng Santoso menyatakan, kejuaraan dunia paralayang di Kota Batu ini, adalah salah satu agenda tahunan Federasi Aero Sport Indonesia (FASI). “Kejuaraan di Kota Batu, adalah seri kejuaraan ketiga dari rangkaian kejuaraan yang digelar FASI,” ungkapnya.

Nomor yang dipertandingan di kejuaraan ini, menurutnya khusus untuk ketepatan mendarat. Selain sebagai cara pembinaan prestasi para atlet. Kejuaraan ini, pun menjadi ajang promosi wisata, dan pengenalan olahraga paralayang kepada penduduk.

Dia menyatakan, sudah ada dua kelompok kejuaraan yang digelar di Kota Batu, mungkin ini. Yaitu, untuk para atlet dunia, yang bertanding di Paragliding Accuracy Wolrd Cup 2018, dan kelompok yang khusus untuk para atlet Asia, yang bertanding di Paragliding Accuracy Asian Cup 3rd.

Sejumlah negeri Asia, yang mengirimkan atletnya pada kejuaraan ini, antara lain Jepang, China, Korea Selatan, Thailand, dan Indonesia. Selain itu dari luas negara-negara Asia, tercatat dari Serbia, Siprus, dan Eropa.

Kepala Pelatih Tim Nasional Indonesia, Gendon Subandono menyatakan, sudah ada sejumlah atlet yang kini waktu mengikuti pelatnas, diikutsertakan pada kejuaraan dunia ini. “Mereka sengaja kami ajak ke sini, untuk menjalankan penyegaran sekaligus pemantaban sebelum menghadapi Asian Permainan,” katanya.

Sudah ada sejumlah 18 orang atlet nasional yang turun di kejuaraan dunia paralayang untuk kelas akurasi pendaratan. Mereka tersusun daripada 10 atlet putra, dan 8 atlet putri. Sesudah mengikuti kejuaraan dunia ini, mereka hendak kembali mengalami pemusatan latihan.

Selama mengikuti kejuaraan dunia di Kota Batu, Gendon mengaku, tak sudah ada target khusus buat para atlet. “Yang terpenting mereka boleh mengalami pemantaban, dan mengukur keahlian bakal lawan-lawannya di Asian Permainan, yang pun turun bertanding di kejuaraan dunia ini,” katanya.

Peluang Indonesia, untuk meraih medali emas dari cabang paralayang di Asian Permainan 2018, amat terbuka luas. Mengingat, juara dunia untuk kelas akurasi pendaratan ialah atlet Indonesia. Target perolehan medali di ajang Asian Permainan, yang dipatok Kementrian Pemuda dan Olah Raga (Kemenpora), untuk cabang paralayang ialah meraih satu medali emas.
 
Gendon menyatakan, pesaing terberat Indonesia, di ajang Asian Permainan untuk cabang olah raga paralayang, ialah atlet-atlet dari Thailand, Tiongkok, Korea Selatan, dan Jepang, yang tidaksengaja mereka pun bertanding di kejuaraan dunia di Kota Batu.

Salah satu atlet Tim Nasional Indonesia, Ike Ayu Wulandari mengaku, amat bahagia boleh mengikuti kejuaraan dunia di Kota Batu, yang pun menjadi tanah kelahirannya. “Aku boleh berlomba sambil berlatih sebelum kelak bertanding di Asian Permainan,” katanya.

Selama ini, dia mengalami pemusatan latihan di Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Sesudah kejuaraan dunia di Kota Batu, dia bersama anggota tim nasional semisalnya, hendak kembali mengalami pemusatan latihan di Puncak.

Atlet putri yang sekarang berusia 23 tahun itu, hendak bertanding di Asian Permainan pada kelas individu, dan beregu. Baik untuk ketepatan mendarat, maupun lintas alam. “Harapannya, boleh mempersembahkan medali emas untuk Indonesia,” ungkapnya.

(bbk)


terima kasih telah baca informasi tentang
117 Atlet dari Bermacam Negeri Beradu Ketepatan…

Sumber