Amerika Serikat Pernah Bentuk Pasukan Gerilya Buta Huruf di Indonesia, Tugasnya Tidak Sembarangan

8

Loading...

TRIBUNJAMBI.COM- Tentara Amerika (Sekutu) pernah secara diam-diam membentuk satu pasukan gerilya di Indonesia untuk misi-misi pengintaian.

Masalah ini hanya mampu terwujud ketika Amerika sukses menduduki Morotai, Maluku, waktu pulau-pulau Indonesia semisalnya masuk diduduki tentara Jepang.

Berdasarkan note yang pengarang dapatkan dari arsip tentara Amerika di Morotai, pasukan gerilya itu jumlahnya nggak lebih dari 1 kompi dan dilatih melaksanakan silent operation di Morotai.

Loading...

Berdasarkan arsip itu mereka dilatih oleh seorang perwira Amerika dari kesatuan Marinir.

Baca: Serangan Jokowi Soal Ratna Sarumpaet, Cukup Telak, Ini Kata Pengamat Bahasa Badan Lihat Prabowo

Konon perwira ini telah berpengalaman pada pertempuran di Gualdalcana, Irian Timur, Hollandia (Jayapura), Biak, dan Morotai sendiri.

Masyarakat kota Ternate merasa heran

Konon sesudah balatentaara Jepang bertekuk lutut, maka dari itu secara diam-diam pasukan gerilya pribumi dari pulau-pulau sekeliling Halmahera itu mendarat di kota Ternate di malam hari, sehingga pagi-pagi betul Masyarakat kota Karesidenan itu merasa sangat heran, seolah-olah mereka tentara siluman.

Selidik memiliki selidik dikenal jika mereka didaratkan dari semacam kapal selam Australia yang berlabuh nggak jauh dari Pelabuhan Ternate.

Baca: Geger Perwira Inggris dan Pasukan Malaysia Mati Mendadak Gara-gara Remehkan Marinir Indonesia

Misi pasukan gerilya itu, adalah untuk mengamankan atau menawan tentara Jepang yang menduduki Ternate. Adapun senjata dan perlengkapan pasukan gerilya Pribumi itu nggak tidaksama dengan persenjataan dan perlengkapan serdadu-serdadu Amerika sendiri.

Yaitu senapan jungle-rifle, seragam hijau, koppel riem berlobang-lobang, field pet, botol air minum, rangsel dan lain-lainnya yang kesemuanya bercap Made in USA.

Source link

قالب وردپرس