Amir Jalan Kaki dari Medan-Banyuwangi,Bisa Bantuan 74 Juta, Minta Maaf sampai Fakta Ini Terkuak

17

Loading...

TRIBUNPEKANBARU.COM – Semenjak 20 November 2018, Amiruddin (43), menempuh perjalanan dari wilayah Sumatera Utara menuju Banyuwangi Jawa Timur dengan berjalan kaki.

Titik awal perjalanan Amir, sapaan akrabnya, dimulai dari Desa Mandailing, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Begadai, Sumatera Utara.

Pria lajang itu berniat pulang dan menemui orang tuanya yang tinggal di Daerah Ketapang Banyuwangi. Pulang ke kampung halaman dengan berjalan kaki, adalah janji Amiruddin waktu dirinya didera sakit lumpuh selama 7 bulan.

Loading...

“Awalnya kan aku sakit (lumpuh), selama 7 bulan. Memiliki niat (nadzar) jika sakit sehat, aku berjalan kaki dari Sumatera ke Banyuwangi, untuk melihat dan ketemu orang tua,” kata Amir, Jum’at (18/1/2019).

Tetapi sesudah hingga di Banyuwangi, Amiruddin akhirnya mengaku bahwa dirinya tidak mempunyai ibu kandung bernama Nurasiyah yang tinggal di Banyuwangi, Jawa Timur.

Amiruddin, pria asal Sumatera Utara itu, berjalan kaki dari Medan ke Banyuwangi hanya untuk menepati nazarnya.

Selama perjalanannya, banyak relawan yang menolong berupa masakan sampai duit tunai.

Dari para relawan, Amiruddin mengaku menerima beberapa bantuan duit tunai sebanyak Rp 74 juta.

Baca: Remaja Ini Bawa Jenazah Ibunya ke Pemakaman Seorang Diri, Jalan Kaki Sejauh 5 Kamu

Baca: Dua Sahabatnya Menyerah, Pemuda Indonesia Ini Nekat Sendirian Meningkat Haji Dengan Berjalan Kaki

Baca: Cerita di Balik Foto Viral Siswa Jubah Wisuda, Jalan Kaki Semenjak Jam 5 Dini ke Sekolah

Amiruddin juga meminta maaf kepada para relawan sebab telah mengarang kisah tentang ibu kandungnya di Banyuwangi.

Berikut ini fakta sempurna cerita Amiruddin:

Source link

قالب وردپرس