Bayar Retribusi Semua Hari, Pedagang Pasar 10 Ulu Keluhkan Sampah Dibiarkan Menumpuk & Belatungan

18

Loading...

Laporan wartawan Sripoku.com, Reigan

SRIPOKU.COM, PALEMBANG — Pedagang di Pasar 10 Ulu kembali mengeluhkan problem sampah yang menumpuk dan menimbulkan bau tidak sedap sehingga menganggu penciuman.

Bahkan tumpukan sampah ini telah mengeluarkan belatung lantaran telah lawas tidak diangkut, sehingga pembeli juga enggan untuk belanja.

Loading...

Para pedagang mengaku semua telah mengeluarkan duit Rp 2 ribu sebagai retribusi kebersihan dan sampah ini. 

SKO SONS Sumsel Rajai Andalas Cup Usai Bekuk Sumut dan Siap Hadapi Singapura Cup

Media Israel Sebut Mohamed Salah Ancam Tinggalkan Liverpool Jika Rekrut Dabour

Merasa Seleksi Nggak Transparan, Calon anggota Komisioner KPU Lapor ke Polda

Rahmat, seorang pedagang di Pasar 10 Ulu Palembang menuturkan, bahwa ya bersama warga di sekitaran pasar itu sempat kewalahan lantaran semua hari menghirup udara yang nggak sehat dan ditakutkan hendak menimbulkan penyakit.

“Semua hari kita bayar Rp 2 ribu untuk retribusi sampah. Tetapi sampai 10 hari paling akhir ini sampah-sampah yang telah mengeluarkan belatung ini tidak kunjung diangkut,” ungkapnya dijumpai Sripoku.com, Rabu.

Layanan SIM Tutup 28 Desember 2018, Buka Kembali Date Ini

Siswa SMP di Palembang Antusias Daftar di Sekolah Cambridge, Gunakan Saat Libur Kumpul Berkas

Galang Dana Untuk Korban Tsunami, Wartawan di Lubuklinggau Sukses Kumpulkan Rp6.171.000

Nggak cepet tanggapnya petugas untuk mengangkut sampah ini, berdampak dalam putaran perekonomian warga sekeliling khususnya pedagang di Pasar 10 Ulu Palembang, lantaran sepi pembeli.

Mendapatd info banyaknya tumpukan sampah ini menciptakan Wakil Walikota Palembang, Fitrianti Agustinda didampingi dinas terkait langsung turun kelapangan guna membersihkan sampah menumpuk di wilayah Kelurahan 7 Ulu dan 10 Ulu Palembang.

“Kita siap dikoreksi, menurut info bahwa sejumlah hari ini sampah di Pasar 10 Ulu belum diangkut, ini menciptakan kami kecewa tetapi Alhamdulillah semua telah mampu diatasi,” ungkap Finda disela tinjauannya ke lokasi, Rabu.

Fakultas Syariah UIN Raden Fatah Palembang Bekali Mahasiswa Dengan Ilmu Enterpreneur

Lihat Sampah Menggunung di Bawah Ampera Fitri Berang, Turun Tangan Bereskan Sampah

Pertambahan Masyarakat di Pagaralam Tinggi, Pemkot Pagaralam Canangkan Kampung KB

Berdasarkan dia, menumpuknya sampah itu diakibatkan adanya armada yang rusak dan informasi kerusakan armada pembersih sampah nggak hingga kepada dirinya.

“Pastinya armada sudah ada yang rusak dan informasi itu nggak hingga ke kami, kedepan nggak bisa terjadi lagi dan aku nggak ingin melihat penumpukkan lagi, sebab sampah seharusnya diangkut semua hari,” katanya.

Ya mengatakan, untuk sampah nantinya hendak dipilah-pilah yang mana sampah untuk di alokasikan ke TPA dan mana yang mampu di daur ulang atau dimanfaatkan supaya mampu bernilai ekonomi.

“Semua sampah bernilai ekonomis, misalnya sampah non organik mampu dibuat menjadi biji plastik untuk pembuatan kursi plastik, selain itu sampah organik bisa dimanfaatkan untuk menciptakan pupuk,” katanya

Source link

قالب وردپرس

BAGIKAN