Begini Penyebab Maruf Amin Pilih Menjadi Calon Wakil Presiden dan Mendukung Jokowi di Pilpres 2019

7

Loading...

TRIBUNJAMBI.COM – Calon Wakil Presiden nomor urut 01, Dengan’ruf Amin, kembali menghungkapkan penyebab bersedia mendampingi calon Presiden Joko Widodo sebagai cawapres.

Masalah itu, disampaikan kali menghadiri halaqoh nasionalisme bertema ‘Melindungi Keutuhan NKRI’ di Gedung NU Center, Kelurahan Munggut, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Senin (21/1/2019) malam.

“Banyak yang bertanya, kenapa Kyai Dengan’ruf Amin ingin menjadi wakil presiden. Kenyataannya aku telah menduduki kursi strategis Rais Aam PBNU, dan ketua MUI,” kata Dengan’ruf Amin dihadapan ratusan Nahdliyin dan ulama yang hadir pada acara, malam itu.

Loading...

Dia menuturkan, ya merasa nyaman dengan posisinya kali itu, tetapi sebab para ulama, dan pimpinan NU, memintanya supaya ya menerima tawaran itu, maka dari itu dengan dengan kerelaan, kesiapan, dan sunguh-sungguh, ya akhirnya menerima tawaran dari Presiden Joko Widodo, sebagai calon wakil presiden.

“Aku anggap ini bentuk penghargaan kepada ulama, Pak Jokowi dapat saja memilih wakilny dari kalangan politisi, profesional, pengusaha, dapat. TNI atau Polri, pun dapat. Namun beliau nggak memilih orang itu, namun milih aku. Buat aku itu adalah bentuk pengahargaan kepada ulama,” jelasnya.

Baca: Update Puting Beliung di Tuban, 42 Unit Rumah Rusak Ringan dan Berat, Kerugian Sampai Segini

Baca: Hasil Genoa Vs AC Milan Liga Italia Serie A Pekan ke 20, AC Milan Raih Poin Penuh, Skor 0-2

Baca: Lisa BLACKPINK Punya 13 Juta Followers, Foto Ini yang Paling Banyak Dikomentari, Posenya Membuat

Dia menuturkan, sudah ada yang menyampaikan, capres dan cawapres yang dipilih hendaknya yang dipilih kyai dan ulama, bukan pemerintah. Tetapi, soal ulama dan kyai mendukung capres dan cawapres itu, telah sudah ada semenjak dulu.

“Dari dulu, capres dan cawapres nyari ulama untuk mendukungnya. Selanjutnya, wabillahi taufiq wal hidayah,” katanya.

Dia menyampaikan, oleh sebab itu sudah ada yang mengumpamakan, kyai sperti ketika sudah ada mobil mogok, dituntut tolong untuk mendorong, sesudah mobilnya telah jalan, ditinggal begitu saja. Atau, dia pun mengumpamakan kyai semisal pemadam kebakaran, begitu kebakaran atau api telah selesai dipadamkan, maka dari itu ditinggal pergi begitu saja.

“Makanya, dulu kaai diibaratkan semisal daun salam. Ibu-ibu jika masak, daun salam. Tetapi jika suadah selesai masak, yang pertama mungkin dibuang apanya, daun salam. Pak Jokowi nggak hanya menemukan dukungan dari kyai dan ulama, namun satu-satunya capres yang menggandeng ulama,” katanya.

Penyebab semisalnya, kenapa ya bersedia mendampingin Jokowi, adalah sebab ya menganggap Jokowi concern terhadap uapaya melindungi keutuhan bangsa dan keutuhan NKRI. Sebab, buat NU, NKRI adalah biaya mati.

Source link

قالب وردپرس