Buku Peranakan Tionghoa Indonesia Edisi Ketiga Menjadi Jawaban Krisis Kebudayaan

    14

    Informasi Menarik Terbaru – Informasi terbaru tentang
    Buku Peranakan Tionghoa Indonesia Edisi Ketiga Menjadi Jawaban Krisis Kebudayaan


    Laporan Wartawan Tribun Jateng, Bare Kingkin Kinamu

    TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Buku Edisi Ketiga Peranakan Tionghoa Indonesia “semacam perjalanan budaya” hari ini resmi dilaunching di Semarang Contemporary Gallery Kota Lawas, Jumat (13/7/2018).

    Sudah ada 14 pengarang yang ikut terlibat di edisi ketiga ini.

    Buku dengan tebal 482 halaman itu dikemas dengan memperbanyak visual gambar.

    Dari pihak penerbit menjelaskan kalau visual gambar adalah bentuk adaptasi dari kemajuan era.

    “Buku ini mengajak penduduk luas untuk kenal dengan budaya Tionghoa. Tionghoa adalah bagian dari nusantara,” tutur Editor In Chief Intisari, Mahandis Yoanata Thamrin, kepada Tribunjateng.com.

    Lelaki yang sering disapa akrab Iwan ini menjelaskan kalau buku edisi ketiga ini diproses selama kurun masa empat tahun.

    “Amat rekomen sekali untuk dibaca. Penduduk mesti mengetahui peranakan sebenarnya apa. Budaya ini amat penting. Kini kami dihadapkan pada krisis budaya,” imbuh Mahandis Yoanata Thamrin.

    Ya mengemukakan kalau buku ini mempunyai pesan moral yang pada, semisal meneladani orang era dulu mengenai kebhinekaan.

    “Kedamaian, seni dan sastra menguasai ekspresi manusia pada menguasai timbang rasakan dan kerurkunan. Inilah budaya , kedamaian dan kerukunan,” imbuhnya.


    terima kasih telah baca informasi tentang
    Buku Peranakan Tionghoa Indonesia Edisi Ketiga Menjadi Jawaban Krisis Kebudayaan

    Sumber