Di Kendal, Ada 2.553 Perempuan Menjadi Janda pada Tahun 2018, Mayoritas Usia Muda

41

Loading...

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dhian Adi Putranto

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL – Sejumlah 2.553 perempuan di Kabupaten Kendal menjadi janda pada tahun 2018 ini. Mereka menjanda bukan karena suaminya meninggal dunia, namun hal itu disebabkan perceraian.

Wakil Panitera Pengadilan Agama (PA) Kendal, Muchammad Muchlis mengatakan, bahwa selama tahun 2018 ini sebanyak 2.832 kasus perceraian masuk ke PA. Namun kasus perceraian yang baru diputuskan sebanyak 2.553 kasus.

Loading...

“Kasus perceraian masuk di Pengadilan Agama Kabupaten Kendal pada tahun 2018 dibandingkan pada tahun 2017 mengalami kenaikan. Tahun 2017 kasus perceraian yang masuk sebanyak 2.773, tahun 2018 naik menjadi 2.832,” ujuarnya Kamis (20/12/2018).

Ia mengatakan, sebagian besar kasus perceraian di Kabupaten Kendal berasal dari gugatan cerai dari pihak wanita.

Hal itu nampak dari jumlah putusan kasus cerai gugat dari pihak wanita dua kali lebih banyak dibandingkan dengan jumlah cerai talak dari pihak pria.

“Putusan cerai gugat tahun 2018 ini sebanyak 1.857 putusan, sedangkan kasus cerai talak sebesar 696 putusan,” tambahnya.

Ia mengatakan, banyak faktor para kaum wanita melakukan gugatan cerai kepada suaminya. Di antaranya persilisihan terus menerus, penelantaran, faktor ekonomi dan kekerasan dalam rumah tangga.

“Empat faktor itu yang paling banyak dialami pada kasus perceraian ini. Namun lebih seringnya disebabkan perselisihan, totalnya mencapai 1.439,” lanjutnya.

Menurutnya, kasus perceraian yang paling sering dialami oleh para pasangan yang dalam usia produktif atau usia muda. Meski demikian masih ada pasangan usia lanjut usia yang nekat mengakhiri hubungan pernikahannya.

“Yang paling tinggi usia 75 tahun, meski sudah memiliki cucu namun tetap ingin berpisah,” katanya.

Meski banyak pasangan yang ingin bercerai namun pihaknya berupaya untuk melakukan mediasi dari kedua belah pihak agar pernikahan pasangan tersebut tidak berujung pada perceraian.

“Jika di rata-rata dalam seharinya kami menangani kasus perceraian sebanyak 11 hingga 12 kasus,” katanya.(*)

Source link

قالب وردپرس

BAGIKAN