Di Pamekasan, Khofifah Rencanakan Penguatan Petani Garam Madura. Ini Tujuannya

    11

    Informasi Menarik Terbaru – Informasi terbaru tentang
    Di Pamekasan, Khofifah Rencanakan Penguatan Petani Garam Madura. Ini Tujuannya


    SURYA.co.id | PAMEKASAN – Gubernur Jawa Timur terpilih, Khofifah Indar Parawansa, menilai kalau pemerintah mau menjalankan swasembada garam, maka dari itu hendaknya pemerintah menjalankan penguatan terhadap petani garam di Madura.

    Khofifah mengatakan ini sesuai menghadiri peringatan tahun baru Hijriyah, yang dihadiri sekeliling 5.000 Muslimat Nahdlatul Ulama (NU), di lapangan Pendopo Ronggo Sukowati, Pamekasan, Rabu (19/9/2018) petang.

    Berdasarkan Ketua Umum PP Muslimat ini, Madura selama ini diketahui dengan Pulau Garam. Swasembada garam ini penting, tetapi butuh penguatan. Maka dari itu kalau swasembada garam telah boleh digunakan, hendak memutus mata rantai impor garam yang hingga waktu ini masuk terus digunakan.

    Dikatakan, untuk menjadikan swasembada garam, maka dari itu quality garam mesti diperhatikan, terutama untuk keperluan pemenuhan garam industri.

    Karena antara garam industri dengan garam konsumsi tidaksama. Garam industri membutuhkan kadar NaCl.  Kalau keperluan NaCI ini terpenuhi, hendak mensubstitusi impor garam.

    “Kita miliki keinginan untuk menyisir format-format garam di Madura, terutama garam industri yang mempunyai isi yudium yang tinggi. Hari ini biaya garam rakyat Rp 1.600 per kg, tetapi PN Garam membeli seharga Rp 1.500 per kg. Biaya ini telah keren dan dinilai sesuai oleh petani garam,” papar Khofifah.

    Selain membahas garam, Khofifah pun mau memastikan pemetaan secara rinci titik-titik mana penduduk Madura yang bercocok tanam jagung.

    Karena pihaknya memperoleh info dari Prisma, yang adalah software dari Australia yang menjalankan pendampingan untuk petani jagung di Madura.

    Untuk meningkatkan produktifitas jagung mesti digunakan penguatan terhadap petani jagung.

    Diungkapkan, secara nasional produktifitas jagung sejumlah 9 ton per hectare. Waktu Jawa Timur baru 5,4 ton per hektare dan di Madura baru 1 sampai 2 ton per hektare.

    “Aku telah ketemu Konjen Austarali dan timnya. Inilah tindak lanjut pertemuan dengan Menlu Australia bulan kemudian. Dan yang digunakan Prisma untuk penguatan jagung di Sumenep, telah menjadi  3,3 ton per hectare,” ungkap Khofifah.

    Sementara di sela-sela ketemu muslimat NU Pamekasan, Khofifah memberikan santunan kepada sejumlah anak yatim. Pemberian santuan ini disambut menyukai cita penduduk.


    terima kasih telah baca informasi tentang
    Di Pamekasan, Khofifah Rencanakan Penguatan Petani Garam Madura. Ini Tujuannya

    Sumber