Disangka Lumpur, Ternyata Benda Ini yang Menyangkut di Jaring Nelayan Manggar

    16

    Informasi Menarik Terbaru – Informasi terbaru tentang
    Disangka Lumpur, Ternyata Benda Ini yang Menyangkut di Jaring Nelayan Manggar


    TRIBUNKALTIM.CO – Salah satu jaring  milik nelayan Manggar tersangkut kawat duri berbentuk menyerupai silet di dekat areal tangkap di Teluk Balikpapan

    Keadaan , terpantau saat TribunKaltim.co berkunjung ke perkampungan nelayan Manggar, Jumat (13/7/2018).

    Chardian, nelayan setempat mengemukakan, selama sejumlah tahun menjala di Teluk, baru barusan malam, ya mendapati jaringnya tersangkut kawat berduri. Sebelumnya, paling sial hanya sampah, lumpur dan ceceran bongkahan batu bara di dasar yang diduga diakibatkan kegiatan bongkar muat di teluk Balikpapan, yang ya peroleh.

    “Kami tarik ya berat, kami duga lumpur sekalinya kawat duri, 100 meter panjangnya,” kata Chardian.

    Membaca: Ini Pesan Kemudian Muhammad Zohri: Rumah Tidak Bisa Diubah, tetapi Bisa Direnovasi

    Meskipun tidak tahu lokasi persis, sebab tidak sudah ada peranti GPS di kapal, ya hanya tahu kawat tersangkut dekat areal yang diduga dekat perlintasan kegiatan bongkar muat batu bara di Teluk Balikpapan, tidak jauh dari dermaga nelayan tradisional Manggar

    Kawat duri nyaris tanpa sambungan yang tersangkut di jaring , berusaha ya lepaskan, tetapi, sebab panjang, berat dan tajam, ya tidak kuasa menahan. Sempat ya mencoba melepas, sampai tangannya terluka.

    Sebab tidak membuahkan hasil, terpaksa, jaring terbelit kawat duri , ya tarik ke perkampungan, nahas, dekat jembatan Manggar, kawat itu membelit baling-baling kapal kayu milik sampai menciptakan mesin mati. Memanfaatkan air pasang, akhirnya ya hingga di dermaga tambat.

    Sangking sulitnya memutus kawat duri berbahan dasar metal itu, yang sering dipanggil kawat duri silet ini, ya terpaksa gunakan mesin gerinda besi. Diakibatkan kejadian , dia mengaku, rugi sekeliling Rp sejuta, sebab gagal menemukan hasil tangkapan, sementara harga operasional semisal solar terbuang percuma.

    Membaca: Donasi untuk Rumah Kemudian Muhammad Zohri Terkumpul Rp 92 Juta

    Kasie Penjagaan Patroli dan Penyidikan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Kepelabuhan (KSOP) Balikapapn belum boleh dikonfirmasi perihal kejadian ini, pesan singkat dan telepon yang masuk ke nomor telepon selulernya sudah ada balasan.

    Sementara , Isradi Zainal, praktisi K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) dan peneliti kemaritiman nasional dihubungi terpisah di hari yang sama, sesudah melihat visual kawat itu mengaku butuh mempelajari lebih pada soal pemakaian kawat berduri ini.

    Perlu rinci lokasi persis kawat itu berada sebagai informasi awal mendalami siapa dan apa maksud pemakaian kawat itu. Setiap kemungkinan boleh terjadi.

    “Kawat macam ini diduga dipakai untuk mengahalangi pihak tertentu untuk berada di area yang tak mereka inginkan,” ujar pria yang pun Ketua Dewan K3 Nasional ini.

    Karena, selain merugikan nelayan, kawat yang berada di dekat areal yang sering dilalui kapal nelayan dan kapal lain ini cukup membahayakan jaring dan baling-baling kapal kalau tersangkut.

    Membaca: Roadshow Mobile Legends di Samarinda, Warga Antusias Berfoto dengan 14 Hero

    Karenanya, ya meminta pihak berwenang mengidentifikasi dan cari mengetahui pihak dan oknum yang diduga menciptakan kawat itu berada di laut.

    Di darat, kawat yang biasa dipanggil kawat silet ini biasa berbentuk gulungan yang dipasang diberbagai kandang dan jadi kawat barikade, menghalau pihak yang tidak diinginkan memasuki wilayah yang dianggap terlarang.


    terima kasih telah baca informasi tentang
    Disangka Lumpur, Ternyata Benda Ini yang Menyangkut di Jaring Nelayan Manggar

    Sumber