Djanur Ungkap Kandungan Hati sesudah Jadi Pelatih Persebaya, Persib Bandung dan PSMS Medan

    5

    Informasi Menarik Terbaru – Informasi terbaru tentang
    Djanur Ungkap Kandungan Hati sesudah Jadi Pelatih Persebaya, Persib Bandung dan PSMS Medan


    SURYA.co.id I SURABAYA – Pelatih Persebaya, Djadjang  Nurdjaman termasuk pelatih yang mempunyai rekam jejak mengesankan. Pelatih asal Majalengka, Jawa Barat ini menjadi salah satu pelatih yang pernah menjadi nahkoda tiga tim besar di Indoensia.

    Sebelum melatih Persebaya, pelatih yang akrab disapa Djanur pernah menjadi pelatih di Persib Bandung dan PSMS Medan. Kedua tim itu adalah dua tim besar di zaman perserikatan dan miliki sejarah pajang pada sepak bola Indonesia.

    Pada zaman perserikatan, sudah ada sejumlah tim yang diketahui mempunyai sejarah sepak bola cukup panjang. Selain Persebaya, sudah ada PSMS Medan, Persija Jakarta, Persib Bandung, PSM Makassar, Persipura Jayapura, dan PSIS Semarang. 

    Perserikatan adalah kompetisi sepak bola tertua yang sudah ada di Indonesia. Zaman Perserikatan dimulai tahun 1930, Perserikatan menjadi tonggak awal berdirinya dasar sepak bola di Indonesia.

    Kompetisi zaman Perserikatan pertama mungkin dilangsungkan di kota Solo. VIJ yang waktu ini lebih diketahui dengan nama Persija Jakarta menjadi juara pertama edisi Perserikatan PSSI.

    Boleh melatih tiga tim zaman Perserikatan, diakui Djanur, dirinya merasa amat bahagia. Note perjalanan kepelatihannya menjadi kebanggan tersendiri buat pelatih yang membawa Persib juara ISL 2014 .

     “Jujur, aku merasa bangga pun senang boleh bergabung dengan Persebaya. Sebab Persebaya salah satu klub legendaris di Indonesia,” terang Djanur usai memimpin latihan perdana Persebaya di Lapangan Persebaya Jl Karanggayam Surabaya, Rabu (5/9/2018).

    “Total pada karier kepelatihan aku, aku telah menjadi pelatih di 3 klub legendaris (perserikatan). Ini suatu kebanggan tersendiri bagi aku,” tambahnya.

    Diakui Djanur, Persebaya buat dirinya ialah salah satu tim yang telah melegenda, apalagi di zaman perserikatan. Persebaya menjadi salah satu tim yang penuh prestasi.

     Untuk , waktu pertama mungkin mengunjungi Wisma Persebaya, Rabu (5/9/2018) sejumlah jam sebelum memimpin latihan Persebaya secara perdana, dimana di bangunan pun tersimpan banyak tropi Persebaya semenjak zaman perserikatan, Djanur merasa takjub.

    Pelatih asal Majalengka, Jawa Barat menyempatkan diri melihat-lihat kumpulan tropi dari Persebaya.

    “Aku melihat Persebaya ialah tim melegenda, miliki note cukup panjang. Barusan tropi-tropi yang diraih banyak yang dadapatkan pada zaman perserikatan, artinya ini klub besar dan melegenda. Suatu keuntungan buat aku boleh bergabung di sini,” pungkas Djanur.


    terima kasih telah baca informasi tentang
    Djanur Ungkap Kandungan Hati sesudah Jadi Pelatih Persebaya, Persib Bandung dan PSMS Medan

    Sumber