Hadapi Ancaman Perang Dagang, Mendag Imbau Produk Pada Negara

21

Informasi Menarik Terbaru – Informasi terbaru tentang
Hadapi Ancaman Perang Dagang, Mendag Imbau Produk Pada Negara

Liputan6.com, Jakarta – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump resmi melempar serangan pertama pada perang dagang dengan memberlakukan tarif pada impor China. Tarif AS terhadap impor barang China senilai USD 34 miliar.

Trump pun mengancam hendak mengenakan tarif tambahan menjadi USD 500 miliar kalau China melawan dengan berupa pemberlakuan tarif balasan.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengaku tak begitu khawatir terhadap dampak perang dagang yang digunakan oleh kedua negeri itu. Walau sekian, dirinya tetap mengantisipasi jika masalah bisa membahayakan buat Indonesia ke depan.

“Berapa besar dampaknya? Dampak langsung tak signifikan amat tak signifikan kepada Indonesia. tapi bagaimana ke depan tepat hendak sudah ada,” kata Enggartiasto waktu Konferensi Pers Kunjungan Kerja ke AS, di Kantornya, Jakarta, semisal ditulis Sabtu (14/7/2018).

Enggartiasto menyampaikan, jika AS memberlakukan tarif pada impor barang China, otomatis China hendak cari pasar baru. Salah satu pasar yang potensial ialah Indonesia. Dengan begitu, dikhawatirkan produk produk asal negeri itu hendak banjiri Indonesia.

“Yakni pertama secara simple produk produk RRT yang masuk ke Amerika dikenakan harga tinggi maka dari itu dia tepat hendak cari pasar baru. Salah satu pasar yang potensial ialah Indonesia,” ujar dia.

Oleh sebab , lanjut Enggartiasto untuk menyikapi masalah itu salah satu upayanya ialah butuh meningkatkan quality dari produk pada negara.

“Kami tak boleh untuk menghentikan tak bisa masuk barang. Yang kami boleh kerjakan lebih mengedukasi untuk kami pergunakan produk pada negara,” kata dia.

Lalu, dampak lain yang mungkin terjadi ialah pertumbuhan ekonomi dunia yang berpotensi menjalani perlambatan. Masalah diakibatkan sebab kenaikan biaya, sementara daya beli semua negara-negara hendak tinggi.

“Perlambatan ekonomi secara keseluruhan sirkelnya tepat hendak kena satu point. Artinya satu tantangan lagi buat kami untuk tetap mempertahankan kinerja ekspor kami di tengah keadaan ekonomi yang melambat boleh berdampak terjadi perlambatan. konsekuensi logis semua terjadi kondisi-kondisi yang terjadi semisal ini,” ujar dia.

 

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

 

RI Berpeluang Kehilangan USD 1,8 Miliar Imbas Perang Dagang

Pelepasan ekspor Indonesia ke Amerika Serikat (AS) menggunakan kapal besar (Direct Call) pembawa kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (15/5). Produk yang diekspor adalah barang manufaktur. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, mantan Menteri Perdagangan Ayo Elka Pangestu menyampaikan, Indonesia berpotensi kehilangan nilai ekspor sebanyak USD 1,8 miliar jika perlakuan Generalized System of Preference (GSP) terhadap 124 produk Indonesia ke Amerika Serikat dicabut.

Generalized Sisytem of Preference (GSP) yakni negeri yang memperoleh fasilitas keringanan bea masuk dari negeri maju untuk produk-produk ekspor negeri berkembang dan miskin.

“Dan pembaruan fasilitas GSP jika aku tak salah sekeliling USD 1,8 miliar dari total ekspor kami ke AS. Kini sekeliling USD 19 miliar. Sekeliling 10 persen dari ekspor kami memperoleh fasilitas GSP harga yang lebih rendah,” ujar Ayo waktu ditemukan di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Selasa 10 Juli 2018.

Ayo menyampaikan, perpanjangan GSP pastinya tengah dibahas kembali dengan Amerika Serikat (AS). Mengingat, pertengahan tahun kemudian negeri Paman Sam itu sudah menyebutkan Indonesia menjalani suplus neraca perdagangan barang terhadap AS. 

“Ini pada proses review diperpanjang. Ini sebetulnya kami membahas dengan AS terlepas dari problem defisit yang pernah diangkat pada awal tahun sekeliling Maret ya. Ini waktu dibahas oleh kedua negeri. Jika kami mau diperpanjang apa saja yang hendak kami kerjakan ya,” ujar dia.

Ayo melanjutkan, waktu negosiasi perpanjangan GSP Amerika Serikat bakal mengajukan bermacam syarat yang mesti dilengkapi Indonesia.

Pertama, peraturan yang tak konsisten mengenai perdagangan mesti dicabut atau diperbaharui. Lalu, isu kedua ialah ketegasan mengenai pengakuan dan penerapan HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual).

“Relatif Amerika Serikat , waktu kami hendak meminta tolong diperpanjang, tolong agar produk kami semisal agriculture  boleh meningkatkan ekspor. Dan relatif mereka minta, peraturan Kamu yang tak konsiten, tak sesuai dengan aturan yang berdasarkan mereka tak sempurna. Mohon diubah,” kata dia.

“Mereka (AS) pun selalu dengan tegas menyinggung isu HAKI. Sama semisal kepada China, dia pun selalu menyinggung soal HAKI. HAKI kami telah miliki undang-undangnya. Selalu enforcement (pelaksanaan). Dia menuntut, bagaimana Kamu menguatkan enforcement HAKI,” semakin dia.

 

Tonton video opsi di bawah ini:

 


terima kasih telah baca informasi tentang
Hadapi Ancaman Perang Dagang, Mendag Imbau Produk Pada Negara

Sumber