Heri Kota Sebut Biaya Pasaran Bawang Merah di Malaka Masuk 10.000 Per Kilogram

    14
    Loading...

    Informasi Menarik Terbaru – Informasi terbaru tentang
    Heri Kota Sebut Biaya Pasaran Bawang Merah di Malaka Masuk 10.000 Per Kilogram


    Laporan Reporter POS KUOANG.COM,Teni Jenahas

    POS- KUPANG.COM|BETUN–Ketua Tim Pakar Revolusi Pertanian Malaka (RPM) DR. Herri Kota menyampaikan, biaya pasaran bawang merah di Kabupaten Malaka kali ini masuk stabil di Rp 10.000 per kilogram.

    Biaya bawang belum merangkak meningkat sebab secara nasional produksi bawang tinggi sehingga biaya menurun.

    “Biaya bawang di semua Indonesia pastinya lagi drop. Kami di Malaka masuk baik 10.000 ribu. Di NTB turun hingga 4.000 ribu. Terus di Atambua masuk Rp 12.000,” kata Heri kali dikonfirmasi Pos Kupang.Com, Jumat (21/9/2018). Heri Kota dikonfirmasi terkait keluhan petani terkait peran tim pakar pada menyelesaikan pemasaran komoditi bawang.

    Berdasarkan Heri, sesuai grand desain, tim pakar pastinya mengurus hingga pemasaran tetapi peran yang lebih besar ialah pemerintah lewat dinas-dinas. Khususnya dinas pedagangan, perindustrian dan koperasi harus boleh menjaring pasar supaya bawang dari Malaka terus dipasarkan keluar daerah.

    Berdasarkan Herri, biaya bawang merah Rp 10.000 per kilogram telah sesuai harapan. Sebab perhitungan matematisnya, satu hektare menghasilkan 10 ton bawang. Kalau dikalikan dengan biaya Rp 10.000 per kilogram maka dari itu memperoleh 100 juta. Angka ini amat besar sekali.

    Berdasarkan Herri tim pakar terus menjalankan pemantauan biaya pasar sambil mendorong pemerintah lewat dinas-dinas supaya setiap dinas mesti bernuansa RPM. Artinya, RPM tak hanya urusan Dinas Pertanian tapi setiap dinas mengurus RPM dengan peran dan kegunaan masing-masing. Peran setiap dinas hendak menolong menstabilkan biaya bawang di Malaka supaya tak anjlok terlalu besar.

    Terkait problem keawetan bawang, Heri menyampaikan, tim pakar dan PPL telah memberikan pelatihan kepada petani bawang khususnya pasca panen. Pada prosedur tetap RPM, bawang yang disimpan sesudah panen boleh bertahan 3-4 bulan sepanjang petani mengikuti atau mentaati prosedur tetapnya.

    Saat biaya bawang masuk rendah, petani boleh menyimpannya sambil menunggu biaya meningkat. Tapi kalau sudah ada keperluan mendesak semisal anak sekolah, harga kesehatan maka dari itu disarankan untuk tak menjual seluruhnya. Petani boleh mensiasati tips penjualan supaya di kali biaya meningkat, stok bawang masuk tetap sudah ada.

    Heri pun menyampaikan, sejauh ini, belum sudah ada info penumpukan bawang merah bahkan bawang merah busuk sebab tak terjual. Yang terjadi hanya keadaan bawang kempes sebab tips penyimpanan bawang yang tak sesuai protap. Lalu, penumpukan bawang tak berarti tak laku terjual tapi petani menunggu biaya lebih baik.


    terima kasih telah baca informasi tentang
    Heri Kota Sebut Biaya Pasaran Bawang Merah di Malaka Masuk 10.000 Per Kilogram

    Sumber

    Loading...