Hore, Pertamina dan UNS Berhasil Produksi Lithium…

32

Informasi Menarik Terbaru – Informasi terbaru tentang
Hore, Pertamina dan UNS Berhasil Produksi Lithium…


loading…

SOLO – PT Pertamina dan Universitas Sebelas Maret (UNS) sukses memproduksi Lithium Ion Battery (LIB) untuk penggerak motor listrik yang hemat dan terjangkau. Baterai bisa menggerakkan sepeda motor listrik dengan jarak 80-100 kilometer dengan harga hanya Rp5.000.

Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen Resiko, Pertamina, Gigih Prakoso menyampaikan, Pertamina mendukung pengembangan energi baru terbarukan sesuai Roadmap Pertamina 2030. Ini pun sejalan dengan kebijakan global untuk menurunkan kadar emisi lewat pemakaian energi ramah lingkungan, semisal kendaraan listrik.

“Baterai menjadi isu penting buat pengembangan kendaraan listrik. Sebab teknologi pembuatan baterai menjadi bisnis yang strategis. Sebagai BUMN energi, Pertamina hendak menjadi produsen baterai kendaraan listrik. Sebab tanpa teknologi pembuatan baterai ini, Indonesia hanya hendak menjadi pasar buat produsen negeri lain,” ungkap Gigih Prakoso di sela-sela acara 1st Delivery Produksi Cell Batree hasil proyek kerja sama UNS dengan Pertamina di Solo, Jawa Tengah, Jumat (13/7/2018).

Senior Vice President Research & Technology Center, Herutama Trikoranto menyampaikan, battery cells produk kerja sama Pertamina UNS hendak dijadikan battery pack yang antara lain ditujukan buat kendaraan bermotor listrik roda dua. Baterai adalah pengembangan battery pack yang sebelumnya dibuat bekerja sama dengan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya.

Satu unit battery pack nantinya mempunyai kapasitas 3 kWh untuk motor listrik berkekuatan 5 Kw atau lebih kurang setara dengan mesin motor dengan pembakaran internal berkapasitas 125-150 cc. “Kekuatan baterai bisa menjangkau jarak jauh. Untuk produksi setelah itu Baterai lithium ini hendak ditransfer ke ITS di Surabaya,” sebut Herutama.

Perbandingannya sama dengan jarak tempuh sepeda motor dengan pembakaran internal yang membutuhkan BBM 2-3 liter. Dengan tarif listrik tertinggi kali ini Rp1.644,52 per kWh, maka dari itu untuk jarak tempuh lebih jauh dengan harga lebih terjangkau. “Kendaraan listrik yang didesain memakai battery pack cukup 2-3 mungkin pengisian ulang per minggu untuk penggunaan normal di pada kota,” jelasnya.

LIB produksi Pertamina–UNS ialah produk battery Lithium Ion yang pertama karya anak bangsa yang dibuat pada skala demonstration plant. Produk ini siap untuk dikomersialisasikan di mana penelitian formula sampai scale-up digunakan oleh anak bangsa. Baterei listrik menjadi energi yang ramah lingkungan menggantikan energi fosil untuk kendaraan bermotor.

Ini pun sejalan dengan agenda pemerintah pada penggunakan listrik sebagai pengganti sumber daya kendaraan bermotor pada 2040. “Baterei ini sudah menjadi salah satu dukungan Pertamina untuk energi waktu depan, sebab tren pemakaian energi fosil hendak bergeser ke energi baru terbarukan,” paparnya.

Kali ini Pertamina bekerja sama dengan sejumlah lembaga penelitian untuk menjawab tantangan industri baterai salah satunya pada peningkatan kapasitas battery lithium ion dan peningkatan aspek keamanannya. Produksi baterai hendak dikembangkan pada penyimpan energi (Battery Energy Storage System) untuk back-up listrik, stabilisasi frekuensi listrik dan penyimpan listrik yang dihasilkan dari sumber energi terbarukan. Pun sebagai penyimpan energi dari solar PV pada install Penerangan Jalan Umum (PJU), dan sebagainya.

Rektor UNS Solo, Ravik Karsidi menyampaikan, pembuatan Lithium Ion Battery didukung Kementerian Penelitian dan Perguruan Tinggi (Kemenristekdikti) yang awalnya memperoleh mandat untuk proyek mobil listrik nasional. Bersama sejumlah perguruan tinggi, UNS kebagian misi menciptakan baterai.

Selain itu ITS merancang kerangka sepeda motornya. Pada tahap awal, keahlian produksi sehari mencapai 1.000 unit cell dan hendak terus bertambah sampai 30.000 cell per hari. Dikatakannya, keperluan Lithium Ion Battery di Indonesia amat luar biasa.

Selain untuk keperluan motor dan mobil listrik, keperluan paling banyak ialah untuk powerbank. Karena Indonesia adalah pengguna android terbesar di dunia. “Artinya pasar amat besar dan semoga boleh menciptakan pabrik bersama Pertamina,” tegas Ravik Karsidi.

Sekadar info, pemerintah tengah menggodok perpres yang mengatur keberadaan mobil listrik. Kementerian Perindustrian mengakui salah satu kendala pengembangan kendaraan listrik di Tanah Air ialah sumber daya alam sebagai bahan pembuatan baterai dan teknologi pengolahan limbahnya.

(mim)


terima kasih telah baca informasi tentang
Hore, Pertamina dan UNS Berhasil Produksi Lithium…

Sumber