Jalur Kereta Api Pangandaran-Banten Masuk RTRW, Menyusuri Jabar Selatan

10

Loading...

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG – Pengembangan infrastruktur jalan, rel kereta, dan bandara, menjadi fokus pada revisi rencana tata ruang wilayah (RTRW) kawasan selatan Jawa Barat. Jalan dan jalur kereta dari kawasan tengah ke selatan Jabar serta jalur selatan Pangandaran-Sukabumi, menjadi fokus utama.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil menyampaikan selama ini kawasan selatan Jabar kurang memperoleh sentuhan pembangunan. Karenanya, dengan pembangunan infrastruktur, bisa meningkatkan kegiatan ekonomi dan kesejahteraan warga.

Loading...

“Kami pun di RTRW fokus mengembangkan Jabar selatan. Sudah ada pengembangan jalur kereta api”>jalur kereta api baru dari Pangandaran hingga Banten. Sudah ada penambahan jalur-jalur yang melintasi Jawa Barat tengah ke selatan,” kata pria yang akrab disapa Emil ini di Gedung Sate, Senin (11/2/2019).

Emil menyampaikan selain jalan darat, pengembangan bandara juga dimaksimalkan, yaitu Bandara Cikembar di Sukabumi, Bandara Nusawiru di Pangandaran, dan Bandara Wiradinata di Tasikmalaya.

“Tergolong Garut selatan, sudah ada potensi bandara. Jadi bandara sudah ada dua, sudah ada tipe A dapat internasional dan tipe B untuk pengembangan pariwisata,” katanya.

Plt Kepala Dinas Perhubungan Jabar Dedi Taufik, menyampaikan jalur kereta di selatan Jabar ini pastinya telah menjadi prioritas Pemprov Jabar. Studi mengenai pembangunan jalur itu juga telah dilaksanakan dan ditekankan untuk masuk pada revisi RTRW.

Ahmad Dhani Tulis Surat dari Penjara: Aku Bukan Teroris, Ini Kandungan Surat Lengkapnya!

Jalur kereta api ini, katanya, hendak dibuat dari Parigi di Pangandaran menuju Sukabumi. Lewat jalur pantai selatan, jalur ini hendak tersambung dengan jalur Banten.

“Kelak sudah ada yang horizontal dan vertikal. Yang vertikal kan kelak yang dari Cikajang kami tembuskan ke Garut Selatan (Pameungpeuk). Terus dari Bandung menuju Ciwidey direaktivasi, dari Ciwidey langsung ke Rancabuaya,” katanya.

Selama ini, jalur Banjar-Pangandaran-Parigi, Cibatu-Garut-Cikajang, Rancaekek-Tanjungsari, dan Bandung-Ciwidey, masuk pada rencana reaktivasi PT KAI.

Dedi menyampaikan pengembangan bandara baru di selatan juga dilakuakan pada rangka menopang pertumbuhan ekonomi dan pengembangan pariwisata.

“Barusan diarahkan pun kaitan adanya Bandara Tasik ini pun untuk mentriger daerah wisata. Lalu kelak Cikembar pun sama. Jadi berapa persen kelak untuk kedatangan pariwisata,” katanya.

Bandara Cikembar, katanya, pada rencana pembebasan lahan sesudah revisi RTRW. Rapat tentang Bandara Cikembar yang masuk pada Rencana Induk Tatanan Kebandarudaraan juga lekas digelar.

“Jika Tasik kan telah, tinggal kelak pengembangannya saja. Yang Garut ini kan hendak memakai aerotripnya Pamengpeuk, tetapi telah masuk RTRW. Masuk dulu ke pada tata ruang, sehingga jika kelak sudah ada rencana pengembangan dan lain sebagainya, sebab kan Garut ini lahannya bukan memiliki kami pun,” katanya.

Source link

قالب وردپرس

BAGIKAN