Johnson & Johnson Dihukum Bayar Rp 67 Triliun Gara-gara Bedak Bayi

    15

    Informasi Menarik Terbaru – Informasi terbaru tentang
    Johnson & Johnson Dihukum Bayar Rp 67 Triliun Gara-gara Bedak Bayi


    TRIBUNMANDO.CO.ID – Pengadilan di negeri bagian Missouri, Amerika Serikat, memerintahkan Perusahaan Johnson & Johnson Rp 67 triliun, duit ganti rudi kepada 22 wanita yang menuduh produk bubuk bedak menimbulkan mereka menderita kanker rahim.

    Semisal dilansir BBC, awalnya pengadilan memerintahkan ganti rugi US$550 juta atau Rp7,9 triliun, tetapi ditambah dengan US$4,1 miliar atau Rp57 triliun sebagai hukuman ‘atas kerusakan’.

    Waktu ini perusahaan obat raksasa itu tengah menghadapi 9.000 kasus hukum terkait dengan bedak bayi terkenalnya.

    Untuk dikenal, dari 22 wanita pada kasus ini, enam orang sudah meninggal sebab kanker rahim.

    Pihak pengacara mereka menuduh perusahaan itu tahu bubuk bedak teracuni asbestos semenjak tahun 1970-an tapi gagal memperingatkan konsumen terkait dengan risikonya.

    Para wanita dan keluarganya menderita kanker rahim sebab memakai bedak bayi dan produk bubuk bedak semisalnya selama berpuluh tahun.

    Sementara , J&J menyangkal produk pernah mengandung asbestos dan menegaskan masalah ini tak menimbulkan kanker.

    Mereka menyebutkan, sejumlah kajian memperlihatkan bubuk bedak aman dan keputusan pengadilan ialah hasil “proses yang pada dasarnya tak adil”.

    Bahkan Tubuh Masakan dan Obat AS (FDA) menugaskan kajian sejumlah macam bubuk bedak, tergolong J&J, dari tahun 2009 hingga 2010 dan tak ditemui asbestos.

    Tetapi jaksa menyampaikan kepada pengadilan Missouri bahwa FDA dan Johnson & Johnson memakai cara pengujian yang cacat.


    terima kasih telah baca informasi tentang
    Johnson & Johnson Dihukum Bayar Rp 67 Triliun Gara-gara Bedak Bayi

    Sumber