Jurus BI Kenalkan Produk Unggulan UMKM

18

Informasi Menarik Terbaru – Informasi terbaru tentang
Jurus BI Kenalkan Produk Unggulan UMKM

Liputan6.com, Jakarta – Bank Indonesia (BI) hendak menyelenggarakan pameran Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2018 bertemakan “Sinergitas Pengembangan Pasar Kreatif Indonesia Menerobos Pasar Global”. Pameran ini hendak diselenggarakan pada Jumat-Minggu, 20-22 Juli 2018 di Exhibition Hall A, Jakarta Convention Center, Jakarta.

Pameran hendak hadirkan kumpulan sempurna kain tradisional Indonesia antara lain batik, tenun, ulos dan songket serta kerajinan tradisional dari semua perajin UMKM binaan Bank Indonesia yang tersebar di semua nusantara.

Produk-produk UMKM yang ditampilkan tersusun daripada kain tradisional dan produk turunannya, serta karya kreatif semisalnya semisal perhiasan dan kerajinan yang adalah produk kreatif unggulan yang mempunyai nilai otentik/original, bernilai budaya tinggi, mempunyai nilai ekonomis dan berkualitas tinggi untuk bisa dipasarkan sebagai produk ekspor.

Selain menyajikan kumpulan kain dan kerajinan tradisional nusantara, lewat pameran ini penduduk yang hadir bisa menikmati kopi paling baik negara, kuliner nusantara serta tahu seluk beluk UMKM dan strategi buat UMKm pada menerobos pasar global lewat bermacam aktivitas talkshow dan workshop. Tersedia pula pojok UMKM sebagai sarana buat penduduk untuk berkonsultasi terkait bisnis UMKM.

Penyelenggaran pameran KKI 2018 adalah salah satu wujud nyata Bank Indonesia pada rangka mendukung pengembangan UMKM kreatif sekaligus memperkenalkan produk unggulan yang bisa mengangkat citra budaya daerah, mendukung penyerapan tenaga kerja, mendorong pariwisata serta berkontribusi pada perekonomian antara lain lewat peningkatan ekspor nasional.

Karya Kreatif Indonesia yang menyasar pada kaum perempuan, muda, dan dinamis, bisa menjadi wadah buat UMKM untuk memperkenalkan produknya secara lebih luas sampai ke pasar global dan memotivasi UMKM untuk terus berkreasi menghasilkan produk berkualitas dan bernilai tinggi.

 

UMKM Sumbang 60 Persen ke Pertumbuhan Nasional

Salah seorang pengusaha berfoto bersama Presiden Jokowi dalam sosialisasi PPh Final UMKM 0,5% di Sanur, Bali, Sabtu (23/6). Pengusaha itu lebih memilih berfoto bersama Jokowi dibandingkan mendapat hadiah sepeda. (Liputan6.com/Pool/Biro Pers Setpres)

Sebelumnya, peranan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di perekonomian nasional terhitung cukup besar. Jumlah itu mencapai 99,9 persen dan penyerapan tenaga kerja mencapai 97 persen.

“Waktu ini, UMKM menyumbang terhadap PDB sampai 60,34 persen. Presiden Joko Widodo menyampaikan UMKM mesti meningkat kelas. Tak bisa hanya bertahan di usaha kecil saja. Levelnya mesti meningkat semisal di sejumlah negeri tetangga,” ujar Deputi Bidang Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Iskandar Simongkir menyampaikan, Jumat 6 Juli 2018.

Iskandar menyampaikan, secara jumlah usaha kecil di Indonesia mencapai 93,4 persen, lalu usaha menengah 5,1 persen, dan yang besar hanya 1 persen saja. Hendak tapi, pada prinsipnya kata dia angka itu tak menunjukan adanya perubahan semua tahunnya.

“Tetapi besaran-besaran selama sejumlah periode tak berubah atau perkembangannya tak naik-naik,” imbuhnya.

Iskandar menambahkan, supaya pondasi ekonomi Indonesia tetap terjaga dan kuat butuh meningkatkan angka itu, sehingga tak hanya bertahan di usaha kecil saja. Tetapi sektor menengah dan ke atas pun perlundi dorong. Terlebih presiden kata dia ingin para pelaku UMKM untuk meningkat level.

Untuk , lanjut Iskandar terpenting ialah bagaimana solusinya untuk mengembangkan UMKM. Tetapi bukan hanya sekadar menurunkan PPh final. Akam tapi lebih dari .

“Penurunan PPh UMKM bukan hanya untuk fasilitas, tetapi bermacam. Tetapi apa sesungguhnya apa masalah di UMKM?,” kata Iskandar.

“Menurut hasil penelitian worldvbank, sudah ada empat masalah pertama tak miliki akses pembiayaan. Kedua tak miliki akses dan peluang usaha. Ketiga kapasitas SDM dan kelembagaan UMKM. Paling akhir regulasi dan birokrasi,” tutup dia.

Dikenal, Presiden Joko Widodo resmi merevisi Pajak Penghasilan (PPh) final buat pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) pada akhir Juni 2018 kemudian. Sekarang, tarif PPh final yang dibebankan kepada pelaku UMKM hanya dipatok sebanyak 0,5 persen dibanding sebelumnya yaitu senilai 1 persen.

Aturan penurunan tarif PPh Final buat para pelaku UMKM ditetapkan lewat Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 23 Tahun 2018 tentang Pajak Penghasilan (PPh) atas Penghasilan Dari Usaha yang Diterima atau Diperoleh Haruslah Pajak yang Mempunyai Peredaran Bruto Tertentu. Aturan itu berlaku secara efektif mulai 1 Juli 2018.

 

Tonton video opsi di bawah ini:

 


terima kasih telah baca informasi tentang
Jurus BI Kenalkan Produk Unggulan UMKM

Sumber