Kami Jangan Cuma Miliki Satu Zohri

    14

    Informasi Menarik Terbaru – Informasi terbaru tentang
    Kami Jangan Cuma Miliki Satu Zohri


    Pelari sprint muda Indonesia, Kemudian Muhammad Zohri, hari-hari ini menjadi buah sanjungan hampir semua bangsa Indonesia. Remaja miskin bertubuh gempal baru saja meraih medali emas nomor bergengsi lari 100 meter pada Kejuaraan Dunia Atletlik U-20 (di bawah usia 20 tahun) di Finlandia, pada Rabu 11 Juli 2018. “Amat amat bangga terhadap apa yang aku peroleh hari ini. Ini luar biasa. Bangga, bangga sekali sebab aku boleh menciptakan sejarah di sini,” kata Zohri, kelahiran 1 Juli 2000.

    Pada nomor lari 100 meter putra kejuaraan IAAF World Championship U-20 , Zohri mencatat masa 10,18 detik. Dan, yang paling mengejutkan, anak muda asal desa terpencil di Nusa Tenggara Barat mengalahkan dua pelari asal Amerika Serikat, Anthony Schwartz dan Eric Harrison. Kedua pesaingnya dari Negara Paman Sam mencatat masa 10,22 detik.

    Pada sejumlah dekade paling akhir, Indonesia tidak miliki note menelurkan atlet andal di nomor paling bergengsi pada cabang atletik ini. Tidak mengherankan kalau keberhasilan Zohri merebut emas lari 100 meter dianggap mengejutkan, apalagi dengan mengalahkan atlet muda AS. Walau sekian, Zohri nyatanya tidak langsung berpuas diri. Ya mengaku hendak terus berjuang demi mencapai tujuan semisalnya. “Aku hendak terus berlatih dan hendak mempersiapkan diri untuk Asian Permainan bulan depan.”

    Sebelumnya, Indonesia mencatatkan prestasi paling baik di nomor lari 100 meter pada kejuaraan yang sama di tahun 1986. Saat , atlet Indonesia sukses mencapai finis kedelapan di babak penyisihan.

    Terhadap prestasi Zohri ini, sejumlah menteri, Wakil Presiden Jusuf Kalla, Presiden Jokowi memberikan apresiasi tinggi. Bersamaan dengan , bermacam hadiah juga mengalir untuk remaja yang selama ini mendiami rumah tidak layak huni. Sudah ada pejabat yang menjanjikan rumah buat Zohri, sudah ada yang memberikan duit, beasiswa, dan macam-macam. Setiap pastinya pantas diterima Zohri yang sudah mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia.

    Prestasi yang dicapai Zuhri sesungguhnya memberikan harapan kepada kami setiap, bahwa anak-nak bangsa boleh mempunyai prestasi-prestasi tingkat dunia. Pertanyaannya, mengapa yang timbul hanya satu Zohri? Mengapa Zohri Zohri lain tak timbul? Adakah sistem pembinaan olahraga di negara ini yang salah? Atau pemerintah kami pastinya belum cukup serius menggali talenta-talenta paling baik yang “tersimpan” nun di desa-desa terpencil yang tidak murah transportasi dan infermasi secara baik?

    Ini mesti menjadi pencermatan kembali oleh Kementerian Pemuda Olahraga supaya tidak latah “membeli” barang impor semisal yang sekarang ramai terjadi pada dunia sepakbola Indonesia. Nah?!


    terima kasih telah baca informasi tentang
    Kami Jangan Cuma Miliki Satu Zohri

    Sumber