Kedatukan Besitang Serahkan Geran Datuk dalam Warga untuk Kelola Lahan menjadi Hutan Adat

12

Informasi Menarik Terbaru – Informasi terbaru tentang
Kedatukan Besitang Serahkan Geran Datuk dalam Warga untuk Kelola Lahan menjadi Hutan Adat


TRIBUN-MEDAN.com, LANGKAT – Kedatukan Besitang Kesulthanan Negara Langkat, Minggu (11/2) menjalankan penyerahan Geran Datuk kepada 20 warga penduduk di lokasi Desa Adat Sei Bamban, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat.

Penyerahan Geran Datuk itu digunakan Timbalan Kedatukan Besitang, OK Indra Johan, didampingi Perwakilan Zuriat Kedatukan Besitang, Ir OK Abdul Halim, dan disaksikan Koordinator urusan Aset Kesulthanan Negara Langkat, DR OK Edy Ikhsan SH, MHum dan Samsul Hilal, mantan angota DPRD Sumut yang sekarang menjadi Ketua Komite Revolusi Agraria Sumut serta ratusan massa yang memadati acara itu.

Pada kata sambutannya, OK Indra Johan mengimbau kepada penduduk supaya melakukan peraturan yang termaktub di pada pasal-pasal Geran Datuk. Aturan itu antara lain, mewajibkan penduduk menanami lahan dengan tanaman pepohonan, terutama tanaman asli yang mencerminkan identitas wilayah Kedatukan Besitang. Tanaman yang dilarang Pemerintah Indonesia pun menjadi larangan yang haruslah dipatuhi penduduk.

Membaca: Balai Besar TNGL dan Pemda Dinilai Tidak Sanggup Tangani Perambahan Hutan

Pada Geran Datuk pun dilampirkan peta lahan, peta perjanjian Kedatukan Besitang dalam era Belanda, serta mendaftar tanaman penduduk yang hendak diperbaharui semua tahun.

“Pendataan jumlah dan macam tanaman ini bertujuan untuk memonitoring dan mengevaluasi pertumbuhan tanaman yang dikelola penduduk. Sehingga jika mana ditemukan penerapan yang tak sesuai dengan pasal-pasal Geran Datuk, bisa diantisipasi semenjak pagi,” jelas Indra Johan.

Radim (54) warga Sei Bamban, menyambut gembira atas rilisnya Geran Datuk. Menurutnya penduduk bakal berduyun-duyun mendaftarkan lahan masing-masing dan berharap menemukan Geran sebagai alas hak mereka bertani di lokasi wilayah adat Kedatukan Besitang.

Sebagai wujud rasakan syukurnya, Radim bersama warga penerima Geran, mempersembahkan nasi tumpeng dan ayam ingkung kepada pembesar Kedatukan Besitang dan para undangan semisalnya.

“Sebagai penduduk aku amat bersyukur Geran Datuk ini keluar. Kita telah lawas menunggu sepucuk surat apapun supaya kita miliki alas hak dan diakui keberadaannya oleh Kedatukan Besitang,” ungkap Radim.

Pada uraian landasan hukum dan sejarah, DR Edy Ikhsan mengatakan, sebelum diperjanjikan dengan Pemerintahan Kolonial Belanda, lahan ini adalah bagian dari hutan adat Kedatukan Besitang yang bernama Hutan Sekundur.


terima kasih telah baca informasi tentang
Kedatukan Besitang Serahkan Geran Datuk dalam Warga untuk Kelola Lahan menjadi Hutan Adat

Sumber