Kemenag Bangka Telah Panggil 230 Calhaj yang Hendak Berangkat Haji Tahun 2019

23

Loading...

BANGKAPOS.COM, BANGKA–Para Calon Jamaah Haji (Calhaj) Kabupaten Bangka yang hendak menunaikan ibadah haji ke tanah suci Mekkah untuk tahun 2019 telah masuk kuota sebanyak sekeliling 230 orang. 

Pihak Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bangka telah mengumpulkan para calhaj itu untuk mempersiapkan dokumen keberangkatan tergolong persiapan paspor.

Berdasarkan Kepala Kementerian Agama Kabupaten Bangka H Paidi untuk pengurusan paspor secara mandiri dilaksanakan oleh masing-masing calhaj di Kantor Imigrasi Babel.

Loading...

“Kita harapkan kepada para calon jamaah haji mereka telah belajar secara mandiri. Jadi sudah ada sejumlah KBIH telah memfasilitasi untuk mempersiapkan manasik haji guna persiapan keberangkatan mereka nantinya.

Alhamdulillah kita telah mulai memfasilitasi kepentingan calon jamaah haji kami untuk tahun 2019,” jelas Paidi, Kamis (3/1/2019) kepada bangkapos.com di Kantor Kemenag Kabupaten Bangka. 

Tetapi keberangkatan para calhaj Kabupaten Bangka menunaikan ibadah haji dalam tahun 2019 belum sudah ada jadwal dari Kementerian Agama Republik Indonesia.

Begitu pun untuk kepastian Ongkos Meningkat Haji (ONH) pihaknya masuk menunggu info dari Kemenag RI. 

“Harga itu ditentukan oleh DPR dan pemerintah. Itu kebanyakan sebelum keberangkatan yang diprediksi bulan Juli atau Agustus kelak,” kata Paidi. 

Diakuinya, mendaftar tunggu beberapa saat haji kuota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung amat lawas sampai tahun 2036 kelak jika calhaj daftar dalam tahun 2019 ini.

Selain itu untuk mendaftar tunggu beberapa saat haji di Kabupaten Bangka sekeliling 3.000 orang yang menunggu keberangkatan tahun 2036 mendatang. “18 tahun lah menunggu,” kata Paidi.

Dia menyatakan, untuk prioritas buat calhaj jika kuota haji 2019 itu nggak terpenuhi sebab sudah ada yang meninggal dunia, mundur atau sakit diperuntukan buat yang memahromi, usia lanjut dan penganti suami atau istri yang meninggal dunia sesuai aturan pemerintah. 

“Itu kebanyakan menjelang keberangkatan jika kini ini belum menunggu hingga saat pelunasan.

Jika jika hingga pelunasan paling akhir belum terpenuhi kuota itu maka dari itu naiklah mampu yang usia lanjut, mampu untuk memahromi itu yang mampu masuk,” ungkap Paidi.

Disinggung untuk suntikan vaksin meningitis  buat para calhaj berdasarkan Paidi itu kewenangan dari pihak dinas kesehatan bukan kemenag.

“Jika fatwa MUI-nya kan ya telah. Kami patokannya itu, diperbolehkan sebab pastinya kondisinya,” jawab Paidi.
(BANGKAPOS.COM/NURHAYATI)

Source link

قالب وردپرس