Mahasiswa S2 Unsyiah Protes SPP

    14

    Informasi Menarik Terbaru – Informasi terbaru tentang
    Mahasiswa S2 Unsyiah Protes SPP


    BANDA ACEH – Sekeliling 50-an mahasiswa strata dua (S2) Unsyiah yang tergabung pada Forum Mahasiswa Pascasarjana (Fosma), Rabu (15/8), beraudiensi ke Kantor Ombudsman Perwakilan Aceh, di Banda Aceh. Mereka datang untuk melaporkan sekaligus memprotes kebijakan pihak rektorat Unsyiah yang memberlakukan ‘bayar SPP penuh’ kepada mahasiswa S2 semester lima ke atas mulai tahun 2018.

    Ketua Fosma Unsyiah, Ishani SPd, kepada Serambi, seusai pertemuan dengan Ombudsman menyampaikan, pemberlakuan SPP penuh buat mahasiswa semester lima ke atas amat memberatkan. Pasalnya, sebagian besar dari mereka hanya tinggal menangani tesis. “Pemberlakuannya untuk setiap mahasiswa S2 baik yang baru maupun yang lawas pun tak fair,” kata mahasiswa Magister Administrasi Pendidikan (MAP) .

    Sebelumnya, kata Ishani, di S2 Unsyiah diketahui ‘harga keterlambatan studi’ buat mahasiswa yang telah menempuh dua tahun pendidikan (4 semester). Kalau SPP-nya Rp 5 juta, maka dari itu kampus memberi dispensasi kepada mahasiswa untuk membayar separuhnya yakni Rp 2,5 juta, dengan pertimbangan hanya tinggal menangani tesis.

    Tetapi pada SK Rektor Unsyiah yang dikeluarkan awal Agustus 2018, mahasiswa angkatan 2015-2016 (semester 5 ke atas) dikenakan harga SPP ‘full’ dengan besaran bervariasi tergantung prodinya. “Kebijakan ini amat memberatkan kita,” jelas Ishani yang mengaku mewakili aspirasi 500-an mahasiswa S2 di Unsyiah waktu ini.

    Selain meminta kampus untuk tetap memberlakukan harga keterlambatan studi, mereka pun meminta rektorat menghilangkan harga bimbingan tesis yang mulai diberlakukan tahun ini sebanyak Rp 3 juta serta menurunkan duit sidang dari Rp 4 juta menjadi Rp 2 juta. Ishani pun melaporkan problem ke DPRA, GeRAK, dan MaTA, seraya berharap pihak terkait bisa lekas menindaklanjuti problem itu.

    Hendak temui pimpinan
    Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh, Dr H Taqwaddin Husin SH SE MS, kepada Serambi, Kamis (16/8) malam, menyampaikan, pihaknya hendak menemui pimpinan Unsyiah pada Senin (20/8) untuk membicarakan problem . “Paling tak sudah ada keringanan buat mahasiswa S2 yang pada proses penyusunan tesis,” katanya.

    Berdasarkan Taqwaddin, baiknya kebijakan baru (bayar SPP penuh) diberlakukan secara gradual (berangsur), selain itu untuk mahasiswa baru silakan diterapkan kebijakan baru. “Diharapkan pada pertemuan kelak sudah ada cara menggembirakan buat kedua belah pihak. Aku berharap mahasiswa bersabar dan fokus belajar supaya lekas lulus menjadi magister,” harapnya.

    Mesti Dibahas Lagi
    Kabag Humas Unsyiah, Husni Friady ST, menyampaikan, pimpinan Unsyiah telah menggelar rapat membahas problem pada Rabu (15/8) dan menghasilkan tiga kesimpulan. Pertama, kata Husni, rektor pada mengambil kebijakan didasari oleh masukan dari prodi-prodi S2 yang sudah ada. “Jadi, jika sudah ada mahasiswa pascasarjana yang merasa diberatkan dengan kebijakan , tentu mesti dibahas lagi dengan pihak prodi,” katanya.

    Kedua, lanjut Husni, terkait permintaan dihapuskan harga tesis, tentu masalah itu tak mungkin digunakan secara sepihak oleh universitas. Karena, pada semua pengumuman penerimaan mahasiswa baru pascasarjana, universitas lewat prodi sudah menginformasikan komponen-komponen harga yang mesti dipenuhi mahasiswa jika kelak dinyatakan lulus.

    Paling akhir, semakin Husni, pimpinan universitas pun ragu dengan aspirasi yang dibawa mahasiswa ke Ombudsman apakah mewakili keseluruhan mahasiswa S2 Unsyiah atau bukan. “Jangan-jangan masalah itu hanya digunakan oleh segelintir mahasiswa S2 saja,” katanya.(fit)


    terima kasih telah baca informasi tentang
    Mahasiswa S2 Unsyiah Protes SPP

    Sumber