Manfaatkan Sedimentasi Sungai Citarik jadi Bata, Warga Boleh Bisa Belasan Juta Rupiah Tiap Bulannya

    9
    Loading...

    Informasi Menarik Terbaru – Informasi terbaru tentang
    Manfaatkan Sedimentasi Sungai Citarik jadi Bata, Warga Boleh Bisa Belasan Juta Rupiah Tiap Bulannya


    Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

    TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG – Sejumlah warga di Kampung Rancakemit, Desa Sukamanah, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, semua harinya memanfaatkan tanah sedimentasi Sungai Citarik untuk pembuatan batu bata merah.

    Di musim kemarau kali ini, Sungai Citarik yang adalah anak Sungai Citarum, kerap menjalani kekeringan, sehingga tanah sedimentasi lebih terlihat dominan dibandingkan aliran air.

    Seakan menjadi sesuatu yang mubazir jika tak dipergunakan, aktivitas warga Kampung Rancakemit yang memanfaatkan tanah sedimentasi ini dikenal sudah berlangsung lebih dari 30 tahun.

    Bermodalkan cangkul dan sejumlah alat semisalnya, kegiatan pengambilan tanah sedimentasi atau yang biasa dipanggil taneuh kalimuar ini digunakan mulai dari dini sampai siang hari.

    Sesudah sukses dikumpulkan, tanah berwarna merah agak kecokelatan ini lalu dikumpulkan disebuah bilik bambu kandang pembuatan batu bata merah, yang berada 30 meter dari bantaran Sungai Citarik.

    Sendi (55), seorang warga yang pun sebagai perajin batu bata merah, menyatakan, sepanjang aliran Sungai Citarik ditemui banyak tanah sedimentasi, bahkan sampai di tengah aliran sungai.

    “Mungkin buat sebagian orang, tanah sedimentasi tak berguna, tapi kita di sini, beruntung sekali,” ujar Sendi di kandang produksi batu bata miliknya di Kampung Rancakemit, Jumat (14/9/2018).

    Ya bercerita, quality batu bata yang dihasilkan dari tanah sedimentasi ini, tidak kalah keren dengan batu bata lain berbahan dasar tanah dari pegunungan.

    “Lebih kuat, sebab aku tambahkan sejumlah material semisalnya, yakni pasir dari Sungai Citarum dan huut (sekam padi),” ujarnya.

    Pada satu hari, kata Sendi, ya bisa memproduksi atau memasukan batu bata merah sejumlah 1.000 buah batu bata dan dijual dengan biaya satunnya, Rp 400 sampai Rp 600.

    “Pada satu bulan menemukan omzet sampai Rp 18 juta,” ujarnya.

    Selain Sendi, perajin semisalnya, Ujang (49), kali baru pertama mungkin memulai bisni penjualan batu bata ini, ya sempat ragu apakah tanah sedimentasi Sungai Citarik yang tercemar bisa menghasilkan batu bata berkualitas.

    “Quality batu bata tetap kuat dan tahan lawas, wani ngadu lah jeung batu nu sejen mah (berani dibandingkan batu bata lain,” ujarnya.


    terima kasih telah baca informasi tentang
    Manfaatkan Sedimentasi Sungai Citarik jadi Bata, Warga Boleh Bisa Belasan Juta Rupiah Tiap Bulannya

    Sumber

    Loading...