Obor Rakyat Dipanggil Hendak Kembali Rilis pada Saat Dekat, Dewan Pers Tidak Dapat Mencegah

13

Loading...

SERAMBINEWS.COM, JAKARTADewan Pers mengaku nggak mempunyai wewenang untuk mencegah seseorang mempublikasikan media massa.

Masalah itu diungkapkan Anggota Dewan Pers Hendry Chairudin Bangun menanggapi rencana Tabloid Obor Rakyat untuk kembali rilis.

“Dewan Pers nggak memiliki kewenangan untuk mencegah seseorang menerbitkan media. Sejauh dia kelak bekerja sesuai dengan UU Pers dan Kode Etik Jurnalistik,” ujar Hendry kali dihubungi Kompas.com, Jumat (11/1/2019).

Loading...

 “Tetapi, nama itu kan telah “tercemar”, jadi dari sisi publik kurang baik,” lanjut dia.

Oleh sebab itu, Hendry juga mempersilahkan jika Obor Rakyat ingin kembali rilis.

Tetapi, ya memberi note bahwa Obor Rakyat butuh mematuhi UU yang sudah ada, Kode Etik Jurnalistik, dan aturan dari Dewan Pers semisalnya.

Tidak hanya kepada Obor Rakyat, semua media pun diwajibkan taat dalam regulasi yang sudah ada.

“Jika ingin rilis sebagai perusahaan pers, silahkan ikuti UU Pers, KEJ, dan semua peraturan DP yang sudah ada. Semua media semoga melakukan kegunaan sesuai UU,” terangnya.

Sementara Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto menyerahkan seutuhnya kepada proses hukum jika tabloid Obor Rakyat yang dipanggil hendak kembali rilis mengulang penyebaran hoaks semisal dalam Pilpres 2014.

“Ya jika kelak terbitannya fitnah biarkan hukum yang bicara. Seharusnya proses pengadilan sebelumnya lalu dihukum, ini menghasilkan pengaruh jera. Ini yang harusnya diingatkan sebab fitnah yang dilaksanakan dalam Jokowi terbukti nggak diterima rakyat,” ujar Hasto kali ditemukan di acara perayaan HUT ke-46 PDI-P di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Kamis (10/1/2019).

Source link

قالب وردپرس