Pelajar Perempuan Digerebek Bersama 9 Pelajar Pria di Kontrakan, Ini yang Mereka Kerjakan

10

Loading...

BANGKAPOS.COM — Sebanyak 10 orang siswa SMA dan SMK di Sungailiat ditangkap Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bangka. Mereka digerebek ketika berada di semacam rumah kontrakan di Gang Menumbing Sungailiat, dalam jam pelajaran sekolah, Kamis (17/1). Salah satunya adalah seorang siswi.

Salah seorang siswa kali diinterogasi Tim Satpol PP Bangka, mengaku tidak suka satu mata pelajaran di sekolahnya sehingga bolos.

“Aku nggak menyukai pelajaran hitung hitungan, maka dari itu aku bolos,” kata siswa itu, Kamis (17/1).

Loading...

Selain itu satu-satunya siswi yang diamankan ketika dikonfirmasi, mengaku terpaksa bolos sebab terlambat masuk sekolah.

“Aku bangun kesiangan, kemudian diajak teman-teman ke kontrakan di Gang Menumbing. Di kontrakan itu aku cuma duduk-duduk saja, selain itu teman yang lain tidur-tiduran dan sudah ada yang merokok,” ungkap siswi ini.

Kepala Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bangka, Dalyan Amrie diwakili Kabid Perundanagan-Undangan, Achmad Suherman, Kamis (17/1) menyebut 10 pelajar ini hendak diberikan pembinaan.

Ya mengemukakan, penggerebekan para pelajar itu bermula adanya laporan penduduk yang menyebut sudah ada rumah kontrakan yang diduga disalahgunakan oleh oknum pelajar.

Pol PP lalu menurunkan tim untuk mengecek kebenaran info itu. Nampaknya ketika tiba di lokasi, terbukti para pelajar pastinya waktu bolos.

“Mereka ini pelajar SMA dan SMK di Sungailiat. Mereka masing-maisng satu orang siswi dan sembilan orang siswa. Kami pergoki mereka di semacam kontrakan di Gang Menumbing,” beber Suherman .

Para pelajar barusan digiring ke Kantor Satpol PP Bangka di Sungailiat. Mereka disuruh duduk bersila di lantai halaman kantor, sambil mendengarkan pengarahan. Pol PP pun memanggil para orangtua pelajar untuk diberikan pengarahan.

“Software kami haruslah belajar. Jika nggak sekolah ya di rumah. Jangan hingga nongkrong-nongkrong, ngumpul, kelak hasilnya negatif. Itu yang kami takuti generasi kami,” sebutnya.

Waktu singgung apakah Pol PP mendapatkan bukti narkoba atau sejenisnya di kontrakan barusan? Suherman menyebutkan nggak.

“Jika narkoba nggak ditemukan. Tetapi barusan sudah ada anak yang mengaku sudah ada minuman arak, mereka minum arak. Apalagi perempuannya satu, jika mereka mabuk, bagaimana kelak? Makanya jangan hingga itu terjadi, kami cegah dulu,” tandas Suherman.

Suherman mengimbau pemilik kontrakan supaya menegur penghuni kontrakan. Cara itu hendaknya dilaksanakan supaya penghuni kontrakan nggak mengusik lingkungan sekelilingnya.

“Jika mampu jangan dikasih anak-anak nongkrong. Kami pun koordinasi dengan pihak sekolah, supaya anak anak ini diberikan pembinaan,” tegas Suherman. (ferry laskari)

Source link

قالب وردپرس

BAGIKAN