Pemerintah Kenya Tunda Relokasi Sesudah Delapan Ekor Badak Hitam Mati di Lokasi Baru

    25

    Informasi Menarik Terbaru – Informasi terbaru tentang
    Pemerintah Kenya Tunda Relokasi Sesudah Delapan Ekor Badak Hitam Mati di Lokasi Baru


    TRIBUNJOGJA.COM – Cara pemindahan tubuh hitam ke suaka margasatwa baru di wilayah selatan Kenya tak berjalan mulus.

    Delapan ekor badak yang telah dipindahkan ke kandang baru malah mati, Jumat(13/7/2018).

    Menteri Turisme dan Alam Liar Kenya Najib Balala memerintahkan Kenya Wildlife Service (KWS) lekas menunda proses relokasi badak hitam menyusul insiden ini.

    Sejauh ini KWS, tubuh pemerintah Kenya yang bertanggung jawab atas problem kehidupan liar di negara , belum memberikan comment.

    Relokasi hewan-hewan terancam punah bisanya digunakan dengan tips membius mereka kemudian menyadarkan mereka di lokasi baru.

    Prosedur ini pastinya sangat berisiko tapi kematian pada jumlah besar pada satu mungkin proses belum pernah terjadi sebelumnya.

    Membaca: Keindahan Di Balik Tebing, Pantai Wohkudu Jadi Lokasi Favorit untuk Berkemah

    Antara 2005 sampai 2007 sejumlah 149 ekor badak sudah dipindahkan dengan tips yang sama.

    Dengan kematian delapan badak hitam ini maka dari itu angka kematian badak hitam pada proses pemindahan menjadi 16 ekor.

    Badak-badak hitam ini dipindahkan dari Nairobi dan Taman Nasional Danau Nakuru ke Tsavo Timur bulan kemudian pada semacam operasi bernama sandi Balala.

    Kementerian Turisme menyampaikan, menurut investigasi awal kematian delapan badak kemungkinan diakibatkan “keracunan garam” sesudah minum air yang tidaksama di kandang baru mereka.


    terima kasih telah baca informasi tentang
    Pemerintah Kenya Tunda Relokasi Sesudah Delapan Ekor Badak Hitam Mati di Lokasi Baru

    Sumber