Pemkot Surabaya Bahas Pilihan Take Over Underpass Satelit yang Mangkrak

    13

    Informasi Menarik Terbaru – Informasi terbaru tentang
    Pemkot Surabaya Bahas Pilihan Take Over Underpass Satelit yang Mangkrak


     TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA РPemerintah Kota Surabaya mengupayakan supaya proyek underpass di bundaran Satelit yang mangkrak boleh lekas digunakan.

    Pasalnya, Pemkot Surabaya telah mengadakan pertemuan tertutup dengan DPD REI guna membahas kelanjutan proyek yang telah berhenti semenjak empat bulan yang kemudian.

    Sekretaris Daerah Kota Surabaya Hendro Gunawan menyampaikan pihaknya telah mengundang sejumlah pengembang dan sudah ada skrenario yaang dibahas ialah pemkot hendak take over dan menyumbang penyelesaian underpass dengan memakai dana APBD.

    “Jika bahasanya bukan take over jika kita katakan. Karena secara prinsipnya mereka para pengembang siap untuk melanjutkan. Tetapi sebab sudah ada fluktuasi dolar, maka dari itu nilai sumbangan proyek waktu kita koreksi,” kata Hendro, Sabtu (14/7/2018).

    Membaca: Jadwal Siaran Langsung Piala Dunia 2018, Prancis Vs Kroasia, Siapa yang Bakal Juara?

    Kalau sesuai kesepakatakan awal, pengembang di daerah Surabaya Barat yang tergabung pada DPD REI urunan sebanyak Rp 70 miliar untuk membangun overpass yang menghubungkan jalan HR Muhammad dan Jalan Mayjend Sungkono, serta pembangunn underpass yang menguhubungkan antara Jalan Ngesong dan Jalan Tol Mayjend Sunkono.

    “Nah kemarin kami tanya underpassnya ini telah selesai 40 persen an, ya tidak apa-apa kerjasama tetap berjalan. Sisanya jika kurang contohnya akses luar underpass kami yang lanjutkan, kami siap gunakan APBD,” imbuh Hendro.

    Walau begitu mantan Kepala Bappeko ini menyampaikan kali ini masuk belum sudah ada kesepakatan kapan REI hendak meneken kontrak dengan PT PP Property kembali untuk melanjutkan proyek yang mangkrak.

    Pembahasan masuk hendak digunakan pekan depan bersama DPD REI. Tergolong kesanggupan DPD REI untuk menangani underpass sampai bagian mana dan pemkot hendak melanjutkan mulai bagian mana saja.

    “Masuk kami bahas kapan memang. Tergolong pembahasan yltambah kurangnya dengan Pemkot mananya apa in outnya. Karena satu struktur tak boleh memakai dua sumber dana,” kata Hendro.

    Disi lain, Hendro pun menjawab terkait permintaan REI yang mau supaya overpass yang telah jadi boleh difungsikan lebih dahulu. Berdasarkan Hendro, Pemkot pastinya sengaja tak mengaktifkan jalan itu walau telah rampung 100 persen.

    “Kita tak menfungsikannnya dahulu, sebab kita takut justru hendak menciptakan macet jika hanya difungsikan satu sisi saja,” ucapnya.

    Sementara , Ketua DPD REI Jawa Timur Danny Wachid menyampaikan pada prinsipnya pastinya para pengembang saja untuk menangani proyek underpass. Hendak tapi pastinya mereka para pengembang mau lebih dahulu ketemu dengan Pemkot.

    Membaca: Fahri Hamzah Khawatir Kalau Kemudian Muhammad Zohri Ditawari Jadi PNS, ini Penyebab sampai Harapannya

    “Secara keseluruhan sejauh ini pengembang telah menyumbang Rp 31 miliar untuk penyelesaian overpass dan separo underpass satelit, dari total Rp 70an miliar dana yang diperlukan,” ucapnya.

    Menurutnya sudah ada masalah yang dianggap kurang jelas terkait komitmen antara Pemkot dan pengembang pada kesepatakan pembangunan ingfrastruktur jalan ini. Dikatakan Danny, pengembang pastinya telah sejumlah mungkin ketemu dengan pejabat pemkot, tetapi tak langsung dengan wali kota Tri Rismaharini yang berlaku sebagai pemegang keputusan.

    “Inikan proyek sukarela, tidak sudah ada lho di Indonesia yang seperti begini. Berdasarkan aku mesti sudah ada kesamaan persepsi lah. Aku sebagai Ketua DPD REI jatim hendak memfasilitasi,” ujarnya. (Surya/fatimatuz zahroh)


    terima kasih telah baca informasi tentang
    Pemkot Surabaya Bahas Pilihan Take Over Underpass Satelit yang Mangkrak

    Sumber