Pencurian Motor Libatkan Pelajar dan Penipuan Jadi Kasus Menonjol di Polres Pelabuhan Tanjung Perak

18

Loading...

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Nur Ika Anisa

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA – Sebanyak 906 laporan kasus kejahatan di Polres Pelabuhan Tanjung Perak selama tahun 2018 didominasi pencurian motor (curanmor) dan penipuan.

Walau demikian jumlah itu terbilang menurun dari data anev crime total kejahatan di tahun 2017 sebanyak 936 laporan.

Loading...

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Antonius Agus Rahmanto menyampaikan dua kasus tren yang mendapati banyak laporan penduduk didominasi kasus pencurian dan penipuan.

“Macam kasus terbanyak curanmor dan penipuan. Ini tren kasus yang masuk dengan jumlah kejadian 65 kasus curanmor dan 66 kasus penipuan,” kata Antonius Agus, Kamis (27/12/2018).

Kasus menonjol tahun ini, disebutkan Agus, melibatkan penangkapan komplotan di Jalan Kalianak. Polisi kerap menerima laporan ulah konplotan itu meresahkan warga sekeliling.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya : Modus Peredaran Narkoba Makin Nekat

Dari kasus itu pelaku kerap melibatkan beberapa anak-anak yang masuk pelajar. Mereka beraksi memakai kunci T.

Motif yang diakui tersangka juga beragam mulai dari ekonomi, ajakan teman dan bahkan pelajar yang kurang perhatian dari pihak keluarga sesudah broken home.

Selain curanmor, sejumlah kasus lain sempat ramai di wilayah Polres Pelabuhan Tanjung Perak semisal penculikan anak, penipuan versi berujung pemerkosaan maupun fidusia.

“Kasus fidusia, masuarakat masuk banyak yaang kurang paham jika kendaraan yang belum selesai waktu kreditnya nggak bisa dijualbelikan. Sudah ada pidananya, fidusia. Oleh sebab itu kita giat mensosialisasikan dan memberikan edukasi,” kata Agus.

Dari data kepolisian sebanyak 44 kasus fidusia ditangani Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Sementara kasus semisalnya semisal penistaan agama, pembunuhan dan upal maupun penculikan anak telah diungkap.

Source link

قالب وردپرس