Pengakuan Dokter yang Otopsi Jasad Korban G30S/PKI di Lubang Buaya, Tidak Semisal yang Diberitakan

    14

    Informasi Menarik Terbaru – Informasi terbaru tentang
    Pengakuan Dokter yang Otopsi Jasad Korban G30S/PKI di Lubang Buaya, Tidak Semisal yang Diberitakan


    TRIBUNJATIM.COM – Pada bulan Septemnber tahun 1965 meletus peristiwa G30S/PKI. 

    Peristiwa itu pastinya tidakmudah dilupakan oleh bangsa Indonesia. 

    Karena, peristiwa sudah memakan korban sejumlah jenderal TNI.

    Para jenderal itu diculik waktu meletusnya peristiwa itu.

    Kiper Arema FC Utam Catat Clean Sheet Perdana, Arema FC Mau Ulangi Lawan Persipura Jayapura

    Mereka lalu dibawa ke semacam daerah di Lubang Buaya, Jakarta.

    Di kandang , para jenderal itu menjalani siksaan sampai tewas. 

    Seusai tewas, jenazah mereka lalu dimasukkan ke pada sumur tua.

    Pada buku “Soeharto, Bagaimana Ya Boleh Melanggengkan Kekuasaan Selama 32 Tahun?” karangan Peter Kasenda disebutkan, sejumlah jam sesudah pengangkatan jenazah para korban G30S di Lubang Buaya, Soeharto mengeluarkan perintah pembentukan tim forensik.

    Sederet Selebriti Ini Ikut Malaikat Penjaga Hati Challenge Lagu Sarwendah, Intip Nih Videonya!

    Tim itu tersusun daripada Brigjen dr Roebiono Kertopati, dan Kolonel dr Frans Pattiasina.

    Selain , pun masuk sudah ada tiga peneliti forensik sipil dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof Dr Sutomo Tjokronegoro, dr Laiuw Yan Siang, dan dr Liem Joe Thay. 


    terima kasih telah baca informasi tentang
    Pengakuan Dokter yang Otopsi Jasad Korban G30S/PKI di Lubang Buaya, Tidak Semisal yang Diberitakan

    Sumber