Pertamina Terjepit: Diprediksi Anggaran Defisit Rp 20 T

    18
    Loading...
    Loading...

    Informasi Menarik Terbaru – Informasi terbaru tentang
    Pertamina Terjepit: Diprediksi Anggaran Defisit Rp 20 T


    TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTAPT Pertamina (Persero) dianggap jadi pihak yang paling dirugikan dengan batalnya kenaikan biaya bahan bakar macam premium. Selama ini, keuangan Pertamina terbebani BBM subsidi.

    Kenaikan biaya BBM nonsubsidi belum cukup untuk menutupi defisit anggaran. Ditambah lagi dengan biaya minyak dunia yang tembus 85 dollar AS per barrel.

    Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara menyampaikan dengan batalnya kenaikan biaya premium, Pertamina kembali mesti menanggung beban subsidi yang cukup berat. “Yang kasihan kan Pertamina jika menanggung biaya penjualan dengan biaya perekonomian yang melebar,” ujar Bhima.

    Imbasnya, kata Bhima, cashflow Pertamina kian tergerus. Kalau cashflow-nya tergerus, makan hendak membuat beban buat Pertamina. Ujung-ujungnya hendak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negeri (APBN) untuk periode berikutnya.

    “Sebab APBN hendak menyunting Pertamina lewat BUMN pada jumlah yang besar untuk menambah anggarannya. Ini sama-sama keadaan yang simalakama,” kata Bhima.

    Dikenal, anggaran Pertamina menjalani defisit dan mesti mengkoreksi target laba tahun ini sebab beban subsidi amat besar. Apalagi waktu ini biaya minyak dunia terus meroket.

    Tim penelitian Bank Mandiri sebelumnya memaparkan data bahwa Pertamina berpotensi merugi sampai Rp 2,8 triliun semua biaya minyak Brent meningkat 1 dollar AS per barel. Dengan batalnya kenaikan biaya premium, Pertamina hendak terus defisit sampai akhir tahun ini.

    “Hingga akhir tahun potential loss pertamina hendak lebih dari Rp 20 triliun. yang secara tepat sebab mesti menanggung beban berat,” kata Bhima.

    Tidak hanya Pertamina, investor yang mau masuk ke sektor migas juga secara tidak langsung dikorbankan. Terlebih biaya minyak dunia diperkirakan tembus 95 dollar AS per barel sampai akhir tahun.

    Kalau cashflow Pertamina terus tertekan, maka dari itu hendak mempengaruhi Pertamina pada meningkatkan lifting minyak atau cari sumur eksplorasi baru. “Akhirnya kami makin ketergantungan terhadap impor minyak ke depannya. Kini saja telah sekeliling satu juta barel per hari,” kata Bhima.


    terima kasih telah baca informasi tentang
    Pertamina Terjepit: Diprediksi Anggaran Defisit Rp 20 T

    Sumber

    Loading...