Petani di Muba Bergembira Sambut Biaya Karet Tembus Rp 9.000/Kilogram, Ternyata Ini Penyebabnya

    4

    Informasi Menarik Terbaru – Informasi terbaru tentang
    Petani di Muba Bergembira Sambut Biaya Karet Tembus Rp 9.000/Kilogram, Ternyata Ini Penyebabnya


    TRIBUNSUMSEL.COM, SEKAYU—Biaya karet memasuki akhir Agustus di wilayah Kecamatan Keluang Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) mulai membaik.

    Naiknya biaya karet itu sebab permintaan getah karet di pengepul yang cukup tinggi.

    Menurut info yang dihimpun memasuki awal bulan Agustus kemudian biaya karet menyentuh sekeliling Rp. 8.500 per kilogram.

    Membaca: Turis Australia Ketagihan Pempek, Rasanya Enak Mau Semakin Terus

    Lalu pada pertengahan bulan biaya meningkat menjadi Rp. 8.700, dan kemudian pada akhir bulan ini, biaya naik menjadi Rp. 9.000 tiap kilogram.

    Peningkatan biaya itu pastinya disambut baik oleh petani, sebab waktu musim kemarau semisal waktu ini produksi getah menurun.

    Membaca: Kepala Kontingen (CdM) Malaysia di Asian Permainan Sebut Pertemuan dengan Indonesia Amat Dirindukan

    Semisal yang di ungkapan Kamto (55), dirinya mengaku bahagia mendengar kabar biaya menerobos angka Rp. 9.000, dirinya berharap biaya tak lagi menjalani penurunan.

    “Aku baru jual lima keping date 15 yang kemudian, harganya masuk Rp 8.700 rupiah, tetapi

    kini aku dengar telah hingga Rp 9.000. Kali ini belum aku jual kembali sebab baru sudah ada satu keping, di kumpulim dahulu kelak diharapkan harganya tak turun lagi syukur-syukur boleh meningkat lagi,”kata Kamto

    Membaca: Ombudsman Minta Pungutan Duit Sarana di SMA 5 dan SMA 6 Palembang Dikembalikan ke Siswa

    Lanjutnya, bahwa waktu produksi karet menurun sebab musim kemarau,

    telah selayaknya biaya meningkat, sebab kalau tak penghasilan petani hendak menurun drastis. “Kondisinya pastinya waktu ini lagi trek, jika biaya terjangkau penghasilan kita jelas tambah menipis,”katanya.

    Membaca: Jurnalis Vietnam Peliput Asian Permainan 2018 Bahagia dan Kagum Lihat Keindahan Palembang

    Sementara, Budiman salah satu pedagang dan pengepul mengaku bahwa akhir – akhir ini dirinya pastinya agak kesulitan menemukan karet sebab efek musim kemarau.

    Sejumlah petani bahkan tak menyadap pohon karet sebab getah yang dihasilkan sedikit. Maka dari itu dari pabrik menaikkan biaya.

    Membaca: Tarif Bus Damri Palembang-Indralaya Lebih Terjangkau Buat Mahasiswa Pengguna e-Money Bank Mandiri

    “Akhir-akhir ini pastinya tidakmudah bisa getah, jadi harganya meningkat, untuk tingkat

    pedagang kita mesti berkompetisi soal biaya, pihak pabrik bahkan sudah ada yang langsung terjun ke desa-desa. Bahkan sudah ada yang langsung menemui petani, sudah ada pun yang datang kepada kita untuk mengajak bekerjasama,”katanya. (SP/Fajeri)


    terima kasih telah baca informasi tentang
    Petani di Muba Bergembira Sambut Biaya Karet Tembus Rp 9.000/Kilogram, Ternyata Ini Penyebabnya

    Sumber

    BAGIKAN