Polisi Bidik Tersangka Baru Kasus Kecelakaan Maut Bumiayu

8

Informasi Menarik Terbaru – Informasi terbaru tentang
Polisi Bidik Tersangka Baru Kasus Kecelakaan Maut Bumiayu

Liputan6.com, Brebes – Kepolisian sudah menetapkan sopir truk tronton, Bambang Pratomo Diyanto (46), sebagai tersangka pada kasus kecelakaan maut Bumiayu, tepatnya di Jalan Raya Tegal-Purwokerto, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Kecelakaan kemudian lintas pada Minggu, 20 Mei 2018, menewaskan 12 orang dan 9 orang semisalnya menjalani luka-luka.

“Untuk sopir truk inisial BD, 46 tahun, telah kami tetapkan sebagai tersangka semenjak, Senin sore kemarin,” ucap Kapolres Brebes, AKBP Sugiarto, Selasa, 22 Mei 2018.

Sampai sekarang, penyidik sudah memeriksa kepada belasan saksi dan sejumlah peneliti. “Untuk kasus laka di Bumiayu , kepolisian telah periksa 12 orang saksi dan 3 peneliti. Kemarin pun telah menjalankan gelar dan olah TKP,” ujarnya.

Sugiarto menyebut, tersangka kasus kecelakaan maut Bumiayu pada masalah ini sang sopir hendak dikenakan Padal 310 ayat 1, 2 dan 4 KUHP. “Untuk ancaman pidana enam tahun penjara,” ujar mantan Kapolres Rembang .

Kendati sekian, Kapolres mengungkapkan kalau kepolisian masuk terus mengembangkan kasus kecelakaan maut Bumiayu itu. “Jadi ini masuk terus berkembang, kelak kami hendak sampaikan lagi kepada penduduk,” jelasnya.

Tonton video opsi di bawah ini:

 

Kemungkinan Sudah ada Tersangka Lain

Polisi telah menetapkan sopir truk tronton sebagai tersangka <a href=kasus kecelakaan maut di Jalan Raya Tegal-Purwokerto, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. (Liputan6.com/Fajar Eko Nugroho)”>

Terkait keadaan tersangka, kali ini masuk pada perawatan medis di rumah sakit. “Dia (sopir) kali ini masuk dirawat, mudah-mudahan kondisinya terus berangsur pulih, sehingga proses pemeriksaan pun berjalan dengan lancar,” tutur Kapolres Brebes, AKBP Sugiarto.

Ya mengungkapkan, pertimbangan si sopir dirawat terpisah di rumah sakit yang tidaksama dengan para korban luka-luka di dekat lokasi kejadian. Masalah untuk mendekatkan tersangka dengan proses pemeriksaan.

“Lalu kenapa dipisah sebab untuk keamanan si pengemudi sendiri,” katanya.

Mengenai kemungkinan adanya tersangka lain selain sang sopir pada kecelakaan maut Bumiayu, Kapolres Brebes menyebutkan kalau kali ini proses pemeriksaan masuk terus dikembangkan. “Makanya kita minta masa, kali ini penyidik di lapangan menjalankan pemeriksaan maraton,” ujarnya.

“Kelak bagaimana kami sesuaikan dengan fakta-fakta di lapangan. Tak menutup kemungkinan sudah ada yang lain,” imbuhnya.

Terkait hasil olah kandang kejadian perkara (TKP) oleh kepolisian, Sugiarto menyebutkan masuk digelar di lapangan. “Mungkin kelak atau paling lambat besok (Rabu, 23 Mei 2018) hasil olah TKP selesai,” ujar Sugiarto.

Sebelumnya, Direktur Kemudian Lintas (Dirlantas) Polda Jateng, Kombes Pol Bakharuddin M menyebutkan, kalau truk bernomor polisi H 1996 CZ yang menjadi sebab-sebab kecelakaan beruntun yang menewaskan 12 orang dan 9 orang luka-luka itu bukan sebab rem blong.

Hasil dari indentifikasi Dinas Perhubungan (Dishub), rem berguna baik. Penyebabnya sebab tonase berlebih. Seharusnya, truk bermuatan tiga orang harusnya berat hanya 20,75 ton. Tetapi, realitasnya muatan mencapai 38 ton atau lebih 18 ton.

Waktu , truk melaju dari arah Ajibarang-Bumiayu, atau dari selatan menuju ke utara. Dengan melewati flyover (FO) Kretek, Kecamatan Paguyangan.


terima kasih telah baca informasi tentang
Polisi Bidik Tersangka Baru Kasus Kecelakaan Maut Bumiayu

Sumber