Rakerda Kejati Sulut, Roskanedi Tegaskan Sikap Netral pada Pemilu 2019

15

Loading...

Laporan Wartawan Tribun Manado Finneke Wolajan

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO – Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara M Roskanedi memberikan arahan kepada jajarannya pada rapat kerja daerah, Senin (14/1/2019), di Hotel Sintesa Peninsula Manado.

Arahan itu terutama terkait uraian Jaksa Agung RI dalam Rakernas Tahun 2018 di Bali sehubungan dengan tema rakernas yang harus dilakukan oleh semua karyawan kejaksaan baik jaksa maupun tata usaha di Kejati dan Kejari se-Sulut.

Loading...

Pada arahannya Kajati Sulut mengatakan poin-poin penting pangarahan Jaksa Agung RI, di antaranya aparatur kejaksaan diminta melaksanakan perubahan fundamental pada peningkatan kompetensi, kesadaran baru berbenah dengan meningkatkan quality, profesional dan proposional pada melakukan misi pokok kejaksaan pada penegakan hukum.

Baca: Kasus Pemecah Ombak Minut Masuk Sudah ada Kerugian Negeri, Kejati Terus Mencermati Bukti-bukti

Baca: Kajati Sulut: Semua Tersangka Korupsi Kita Tahan

Secara nyata bisa menerapkan dan membangun persepsi terhadap institusi meliputi delapan area perubahan reformasi birokrasi, yakni mental aparat kejaksaan, pengawasan, akuntabilitas, kelembagaan, tata laksana, SDM, peraturan perundang-undangan dan pelayanan publik.

“Segenap pimpinan dan jajaran kerja Kejaksaan RI tanpa kecuali harus bisa mengambil bagian dan berpartisipasi aktif lewat misi pokok dan kegunaan selaku aparat penegak hukum, salah satunya menyukseskan Pilpres 2019 dengan melindungi netralitas,” katanya.

Aparat Kejaksaan harus tetap semangat, gigih, ulet, cermat dan cerdas disertai sikap kehati-hatian, ketenangan dan harus mendapatkan strategi dan langkah bertindak yang tepat efektif dan efisien demi mencapai tujuan dan target yang telah ditentukan, mewujudkan penegakan hukum yang baik dan betul.

Baca: Kejati Sulut Eksekusi 27 Kasus Selama 2018, Selamatkan Duit Negeri Sebanyak Rp 6.093.837.372

Baca: Kejati Sulut Ikut Mengawal Dana Desa, Kajati: Laporan Banyak di Daerah

Menjalin hubungan yang sinergis, koordinatif, dan komunikatif pada interaksi yang mempunyai korelasi langsung pada cara optimalisasi pada penyelenggaraan misi yang tambah baik dan kondusif.

Perkuat komitmen dan tekad bersama aparat penegak hukum pada melaksanakan penanganan perkara terintegrasi dengan kordinasi yang intens antara KPK, Kejaksaan dan Kepolisian.

Kolaborasi memadukan gerak cara, menyatukan pola pikir, sikap dan tindak kebutuhan utama guna mengantisipasi, mencegah, menyelesaikan, problematika hukum yang dihadapi secara holistik, komprehensif dan efektif.

BERITA POPULER:

Baca: Cap Tikus 1978 Resmi Diluncurkan di Minsel, Ini Ulasan Makna Angka 1978

Baca: Kisah Pemandi Jenazah Deasy Tuwo yang Diterkam Buaya Peliharaan, Begini Keadaan Jasad Korban

Baca: Viral Video Perkelahian 2 Siswi SMP: Saling Pukul dan Menjambak sampai Sorakan Makian Siswi Semisalnya

Kegunaan jaksa harus tetap menjadi filter, sebagai poros dan pengendali penanganan perkara sebagai implementasi dari azas dominus litis pada peradilan pidana terpadu

Pada rakerda ini, disampaikan pun pemaparan oleh Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sulut Andi M Iqbal Arief dengan materi “Reformasi Birokrasi, Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM)”.

Source link

قالب وردپرس