RS Al Huda Hadirkan Layanan Ahli Bedah Mulut

35

Informasi Menarik Terbaru – Informasi terbaru tentang
RS Al Huda Hadirkan Layanan Ahli Bedah Mulut


GENTENG – Tambah sempurna layanan RS Al Huda dengan hadirnya dokter ahli bedah mulut dan maksilofasial,  drg Ronny Baehaqi SpBM. Layanan ini buka semua hari Rabu mulai pukul 16.00.

Layanan ahli ini tambah mempermudah penduduk Genteng dan sekelilingnya, pada menemukan layanan ahli bedah mulut dan maksilofasial.

Berdasarkan Manajer Pelayanan Medis Rs Al Huda dr Suryadinata, layanan ahli bedah mulut telah dikerjakan per 11 Januari 2018 dengan melayani pasien umum, BPJS Kesehatan, dan peserta asuransi lain. Sejumlah kasus bedah mulut yang boleh ditangani di antaranya gigi impaksi, patah tulang rahang diakibatkan trauma wajah, dan lain-lain.

Drg Ronny Baehaqi SpBM  mengemukakan, kasus trauma wajah khususnya patah tulang rahang pastinya sering akibat kecelakaan kemudian lintas. Jika tak tertangani dengan baik, hendak berakibat fatal terutama dari sisi kegunaan pengunyahan dan estetika wajah, serta boleh memberikan gangguan dan keluhan pasien yang berkepanjangan.

Trauma dalam wajah sering melibatkan tulang-tulang pembentuk wajah. Semisal tulang rahang baik rahang atas ataupun rahang bawah. ”Trauma dalam wajah membutuhkan perlakuan khusus dan penanganan yang pas. Sebab di samping secara estetika, kegunaan wajah pun mendukung sejumlah kegunaan vital badan semisalnya, semisal berbicara, bernapas, mengunyah, mencium, dan melihat,” katanya.

Ditegaskan, posisinya yang menonjol dan ringkih, rahang bawah (mandibula) paling sering menjalani patah tulang, yang jika tak tertangani dengan baik, boleh berakibat fatal terutama dari sisi kegunaan pengunyahan dan estetika wajah. ”Untuk kegunaan mengunyah dan menelan yang baik diperlukan tulang rahang yang utuh dan rigid, serta kontak antara gigi geligi di rahang bawah dan atas yang baik (oklusi gigi), ” papar Ronny.

        Dia menambahkan, dalam prinsipnya sudah ada dua tips penatalaksanaan patah tulang mandibula, yakni teknik tertutup dan teknik terbuka. Dalam teknik terbuka, proses reposisi digunakan dengan membuka koneksi, bagian-bagian yang patah difiksasi secara langsung dalam tulang dengan memasang plat osteosynthesis.”Untuk teknik ini, relatif proses penyembuhannya lebih cepet.  Pada dua hari pascaoperasi sisakit telah boleh mengunyah masakan lunak,” tegasnya.

Dalam teknik tertutup, lanjut Ronny, proses reposisi/pengembalian fragmen tulang yang patah digunakan tanpa membuka koneksi. Perawatan digunakan dengan memakai alat fiksasi maksilo-mandibula(IMF: Inter Maxillary Fixation), berupa arch bar dalam gigi geligi. Untuk teknik tertutup, paling cepet dua minggu pasien baru boleh mengunyah.”Teknik tertutup dan terbuka tak selalu digunakan sendiri-sendiri/terpisah. Seringkali kedua teknik itu digunakan secara bersama-sama/kombinasi,” tandas dokter Ahli Bedah Mulut lulusan Universitas Airlangga Surabaya ini.

Untuk konsultasi terkait penanganan kasus trauma wajah, patah tulang wajah, ataupun kasus bedah mulut dan maksilofasial, boleh konsultasi langsung ke klinik bedah mulut  RS Al Huda di Jalan Raya Gambiran Nomor 225 Genteng.(*/bay/c1)

(bw/mls/ics/JPR)


terima kasih telah baca informasi tentang
RS Al Huda Hadirkan Layanan Ahli Bedah Mulut

Sumber

قالب وردپرس