RS di NTB Kewalahan Tangani Korban Gempa Lombok, Jenazah Santri Dibiarkan di Ambulans

    21

    Informasi Menarik Terbaru – Informasi terbaru tentang
    RS di NTB Kewalahan Tangani Korban Gempa Lombok, Jenazah Santri Dibiarkan di Ambulans


    BANJARMASINPOST.CO.ID, MATARAM – Para korban gempa Lombok berkekuatan 7 SR, Minggu (5/8/2018) malam, terus berdatangan ke rumah sakit umum provinsi (RSUP) Nusa Tenggara Barat (NTB) sampai Senin (6/8/2018) pagi hari.

    Dilansir Kompas.com, petugas piket unit gawat darurat (UGD) kewalahan merawat pasien luka yang terus berdatangan semenjak Minggu (5/8/2018).

    Semisal dikutip dari Antara, menurut pantauan pada Senin pagi hari, ruang UGD RSUP NTB telah tak bisa menampung para pasien. Bahkan, petugas terpaksa menempatkan pasien di area parkir.

    Pasien yang dibawa oleh keluarganya sebagian besar menjalani luka di bagian kepala dan sudah ada yang menderita patah tulang kaki atau tangan. Mereka yang dirawat terdiri atas anak-anak, orang dewasa, lanjut usia. Sebagian besar kaum wanita.

    Membaca: Korban Tewas Jadi 82 Orang Diakibatkan Gempa di Lombok, Semuanya sebab Tertimpa Bangunan

    Membaca: Korban Gempa Lombok, 1 Keluarga Tewas Tertimpa Beton, Alimun Ditemui Memeluk Putrinya

    “Aku luka di bagian kepala sebab tertimpa reruntuhan bangunan. Perut aku sakit menggendong anak aku saat coba menahan tembok yang runtuh,” kata Fitri salah seorang warga desa Puyung Waker Sumpak, kabupaten Lombok Tengah.

    Anak perempuannya yang masuk bayi bawah lima tahun (balita) menderita benjol di kepala. Tak hanya , rasakan trauma pun masuk dialami. Fitri yang telah berpisah dengan suaminya berada di RSUP NTB tanpa ditemani sanak keluarganya. Ayah dan ibunya telah tiada.

    “Aku tak sempat mengambil telepon genggam yang tertingal di rumah kos. Aku tak boleh menghubungi siapa juga di kampung halaman,” tutur perempuan yang bekerja di kawasan wisata Senggigi, Kabupaten Lombok Barat ini.

    Salah seorang petugas RSUP NTB menghubungi semua rumah sakit di Kota Mataram dan sekelilingnya supaya bersiap-siap menerima pasien rujukan.

    Membaca: Panik Digoyang Gempa Lombok, Bupati Batola Hj Noormiliyani : Ini Pengalaman Pertama Seumur Hidup

    Membaca: Gempa Lombok 7 SR, Lampu Padam, Bandara Lombok Sempat Evakuasi Penumpang

    Para pasien yang dirawat di areal parkir pun terjadi RSUD Tripat Gerung Kabupaten Lombok Barat. Pihak rumah sakit mengeluarkan pasien dari ruang perawatan sebab khawatir tertimpa reruntuhan bangunan.

    Begitu pun dengan keadaan di Rumah Sakit Angkatan Darat (RSAD) Mataram. Para pasien dirawat di tengah jalan raya. Sudah ada pun yang diungsikan ke lapangan kantor Gubernur NTB yang berada tak jauh dari rumah sakit.

    Bahkan, mayat seorang santri kelas satu MTs di Kabupaten Lombok Barat, yang tewas tertimpa reruntuhan bangunan dibiarkan di pada mobil ambulans yang terparkir di tengah jalan raya depan RSAD Mataram sebab petugas medis pun panik dan sudah ada yang pingsan.

    Gempa bumi megnitudo 7 mengguncang Pulau Lombok dan Sumbawa, pada Minggu (5/8/2018) pukul 19.46 Wita. Getarannya dialami sampai Bali. Gempa itu berpotensi tsunami.

    Pusat gempa terletak pada 8.3 lintang selatan, 116.48 bujur timur Kabupaten Lombok Utara dengan kedalaman 15 kilometer. Tubuh Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan peringatan pagi tsunami yang diakibatkan oleh gempa bumi sudah berakhir pukul 21.25 Wita. (KOMPAS.com)

    Postingan ini sudah tayang di Kompas.com dengan title “Korban Gempa Lombok Terus Berdatangan, Sejumlah Rumah Sakit di NTB Kewalahan”


    terima kasih telah baca informasi tentang
    RS di NTB Kewalahan Tangani Korban Gempa Lombok, Jenazah Santri Dibiarkan di Ambulans

    Sumber