Sampai Sekarang, Belum Sudah ada Wisatawan Asing yang Berkunjung ke Gunung Anak Krakatau Melalui Pulau Sebesi

11

Loading...
“);
});
})
gapi.client.load(‘oauth2’, ‘v2’, function() );
}
} else if (authResult[‘error’])
}

jQuery(function($) );

function logincek(id,types)
{
$.getJSON(“http://www.tribunnews.com/auth/user_cek?callback=?”,
,
function(data) );
}

Adanya foto sejumlah turis manca negeri yang mendatangi Gunung Anak Krakatau (GAK), sempat menjadi viral di media sosial.

Loading...

Hingga Kini, Belum Ada Wisatawan Asing yang Berkunjung ke Gunung Anak Krakatau Lewat Pulau Sebesi

Instagram @EarthUncutTV / James Reynolds

Keadaan Gunung Anak Krakatau waktu ini, warna air laut di sekeliling GAK berubah menjadi oranye. 

Laporan Reporter Tribunlampung Dedi Sutomo

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KALIANDA – Adanya foto sejumlah turis manca negeri yang mendatangi Gunung Anak Krakatau (GAK), sempat menjadi viral di media sosial. 

Pasalnya pasca menjalani letuan besar dalam 22 Desember 2018 kemudian yang memicu terjadinya tsunami Selat Sunda, masuk belum sudah ada yang mendekati gunung api yang sudah ada di Selat Sunda itu.

Terlebih sampai waktu ini status GAK masuk dalam level III Siaga pasca erupsi kemudian.

Usai Tsunami Selat Sunda, Inilah 2 Fakta Aneh yang Terjadi Kali Ini Dalam Gunung Anak Krakatau

Artinya para pengunjung dan pun nelayan dilarang mendekati gunung pada radius 5 kilometer.

“Sepengetahuan aku belum sudah ada turis yang datang ke GAK lewat Sebesi, pasca kejadian tsunami, ” kata Saleh, salah seorang warga Sebesi kepada Tribun di Dermaga Canti, Senin (21/1/2019).

Ya menambahkan, kapal-kapal transportasi yang sudah ada di Pulau Sebesi sendiri pun belum sudah ada yang ke GAK untuk menghantarkan wisatawan.

Ya mengaku, warga masuk belum berani mendekati kawasan GAK.

Gunung Anak Krakatau Tidak Bakal Meletus Lebih Dahsyat dari Tahun 1883? Ini Ulasan BNPB

Sementara itu Penanggungjawab Pos Pantau GAK di desa Hargopancuran kecamatan Rajabasa, Andi Suardi menyampaikan, dirinya pastinya mendengar info adanya turis yang datang ke GAK pascaerupsi sejumlah saat kemudian.

Pengarang: Dedi Sutomo

Editor: Teguh Prasetyo

‘;
htmlcode += ‘

‘;
htmlcode += ‘

‘;
htmlcode += ‘‘;
htmlcode += ‘

‘;
for (var i in json.products)
htmlcode += “http://lampung.tribunnews.com/”;
htmlcode += ‘

‘;
for (i in json.impression_pixels)
div.innerHTML = htmlcode;
div.style.display = ‘block’;
};

“);
$(“#latestul”).append(“

  • “);
    $(“.loading”).show();
    var newlast = getLast;
    $.getJSON(“http://lampung.tribunnews.com/ajax/latest/?callback=?”, , function(data) );
    }
    else if (getLast &begitu; 150)
    }
    });
    });

    function loadmore()

    BERITA TERKINI

    Source link

    قالب وردپرس