Sekda DIY : Aturan Tarif Parkir Jangan Dibuat Saklek

    18

    Informasi Menarik Terbaru – Informasi terbaru tentang
    Sekda DIY : Aturan Tarif Parkir Jangan Dibuat Saklek


    TRIBUNJOGJA.COM – Kasus mahalnya tarif parkir yang dikeluhkan wisatawan pada waktu libur lebaran kemudian, disinyalir tak hanya terjadi di kawasan, atau destinasi wisata di Kota Yogyakarta saja, melainkan dijumpai pula di sejumlah kabupaten. 

    Kepala Dinas Perhubungan DIY, Sigit Sapto Rahardjo menyampaikan bahwa sejauh ini pihaknya telah menjalin koordinasi dengan pemerintah kabupaten-kota di DIY, untuk membahas polemik itu.

    Membaca: ORI DIY : Dinas Pendidikan Mesti Berkontribusi Cari Cara Blankspot

    Karena, lonjakan tarif parkir merata di bermacam daerah.

    Meski begitu, ya tak memungkiri, jika perilaku jukir nakal pastinya paling marak terjadi di Kota Yogyakata, dengan tingkat ‘nuthuk’ yang paling tinggi.

    Contohnya, untuk satu kendaraan roda empat, boleh dipatok tarif sampai mencapai Rp 30 ribu.

    “Aku kemarin telah koordinasi dengan kabupaten-kota, untuk membahas problem parkir ini, apakah telah sudah ada perdanya, atau belum,” ujarnya pada Tribunjogja.com, Kamis (12/7/2018).

    Membaca: Dishub DIY Godok Kebijakan Penetapan Tarif Batas Atas Parkir

    Pada pertemuan itu, Sigit juga menyarankan agar aturan tarif parkir tak dibuat saklek.

    Pada artian, tarif boleh saja dinaikkan kali memasuki hari-hari tertentu, yang kiranya berpotensi menghadirkan banyak wisatawan.

    “Mungkin, sudah ada aturan yang memperbolehkan (tarif parkir) meningkat di hari-hari tertenu. Contohnya, kali libur lebaran, meningkat berapa persen,” ucapnya.

    “Tetapi, mesti sudah ada batas tarif atasnya. yang aku katakan kepada kabupaten dan kota, agar sudah ada tarif batas atas di hari-hari tertentu. Karena, biaya kan jadi mahal (kali lebaran), mungkin mereka mau pendapatan lebih,” pungkas Sigit.


    terima kasih telah baca informasi tentang
    Sekda DIY : Aturan Tarif Parkir Jangan Dibuat Saklek

    Sumber