Laporan Wartawan Tribun Jabar, Theofilus Richard

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG – Di bawah panas terik matahari, seorang pria tua duduk di bangku kayu di depan gerbang kedatangan penumpang di Stasiun Kereta Api (KA) Bandung, Senin (19/6/2017).

Pria yang kulit wajahnya udah keriput itu bernama Eje (65), pengayuh becak yang biasa mangkal di Stasiun KA Bandung.

“Aku dari tahun 1990 atau udah 27 tahun so tukang becak di sini,” kata Eje.

Sebelumnya Eje pernah bekerja sampingan semisal tukang parkir di stasiun yang sama.

Tetapi semenjak terdapat larangan penggunaan area itu untuk parkir kendaraan bermotor, Eje juga meninggalkan pekerjaan disebutkan.

Membaca: Pengemudi Ojek Online Ini Sedih Kebanyakan Yang Batalkan Pesanan, Cerita di Baliknya Memilukan

Di usianya yang udah menginjak 65 tahun, ia belum mau berhenti mengayuh becak.

Kenyataannya keenam anaknya udah bekerja dan dapat menghidupi Eje beserta istrinya.

Eje mengaku tidak mau merepotkan keenam anaknya, selama dirinya mempunyai fisik yang sehat. 

Eje, pengayuh becak yang biasa mangkal di Stasiun Bandung
Eje, pengayuh becak yang biasa mangkal di Stasiun Bandung (Tribunjabar/Theofilus Richard)

Source link

loading...
loading...
loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here