Tim Saber Pungli Sumbar Tangkap Petani, Disita 380 Sertifikat Tanah dan Duit 29,9 Juta

    13

    Informasi Menarik Terbaru – Informasi terbaru tentang
    Tim Saber Pungli Sumbar Tangkap Petani, Disita 380 Sertifikat Tanah dan Duit 29,9 Juta

    Laporan kontributor tribunpadang.com Riki Suardi dari Padang

    TRIBUNPADANG.COM, PADANG– Petugas Saber Pungli Unit Pemberantasan Pungli Provinsi Sumbar sukses menjalankan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap seorang petani bernama Sukarmanto, yang diduga menjadi calo pengurusan sertifikat tanah di kawasan Pasaman Barat (Pasbar).

    Tidak tanggung-tanggung. Bahkan pada OTT yang digunakan pada 13 September kemarin , sejumlah 380 sertifikat tanah milik warga yang telah diambil dari Tubuh Pertahanan Nasional (BPN) Pasbar, sukses diamankan, tergolong duit tunai Rp29,9 juta lebih dan buku note nama penduduk yang telah membayar pengurusan sertifikat.

    Membaca: Link Live Streaming PS Tira vs PSM Makassar Liga 1 2018 Mulai di OChannel Pukul 18.30 WIB 

    Sekarang kasus tangkap tangan tengah dikembangkan oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Sumbar guna mengungkap siapa aktor intelektual pungli pengurusan sertifikat tamah itu, sehingga pelaku yang telah dijadikan tersangka, boleh dengan simple menjalankan pungli pengurusan sertifikat tanah.

    Ketua Unit Pemberantasan Pungli Sumbar, Kombes Pol Dody Marsidy menyampaikan, OTT ini digunakan atas pengaduan penduduk yang masuk lewat email Satgas Saber Pungli. Pengaduan terkait pengurusan sertifikat tanah software Pendaftaran Tanah Sistematis Sempurna (PTSL) Tahap II tahun 2017.

    Stop Pungli
    Stop Pungli (Foto/saberpungli.id)

    Membaca: Saksikan Siaran Langsung Real Madrid Vs AS Roma UEFA Champions League di Sini, Kick Off 02.00 WIB

    Pada pengaduannya, disebutkan bahwa pengadu atau pelapor dituntut duit Rp800 ribu oleh pelaku sebagai jasa pengurusan sertifikat tanah. Kenyataannya sesuai ketentuannya, kata Dody, pungutan untuk jasa pengurusan sertifikat tanah hanya diperbolehkan maksimal Rp250 ribu.

    “Sebab pungutan di luar kewajaran, petugas lalu menjalankan penyelidikan dengan meminta si pelapor untuk menjalankan transaksi dengan pelaku. Kali transaksi terjadi, petugas lalu langsung menjalankan OTT,” kata Dody kepada wartawan waktu jumpa pers OTT di Mapolda Sumbar, Rabu (19/9/2018) siang.

    Membaca: Orang Albino di Afrika Jadi Cepat, Biaya Potongan Badan Rp 29 Juta, Badan Utuh Rp 1,1 Miliar

    Tangkap tangan , lanjutnya, terjadi di rumah pelaku di Jorong Sidomulyo, Kenagarian Desa Baru, Kecamatan Ranah Batahan, Pasbar. Pada OTT petugas pun menggeledah rumah pelaku dan diamankan barang bukti ratusan Sertifikat tanah dan duit tunai puluhan juta. Lalu, pelaku langsung digiring ke Mapolda Sumbar.

    “Terkait ratusan sertifikat tanah yang sudah diamankan, hendak kita periksa ke BPN apakah sertifikatnya asli atau tak,” katanya. Lalu sesudah , sambung Dody, pihaknya pun hendak mendalami soal bagaimana tips pelaku menjalankan pengurusan sertifikat tanah itu.

    “Apakah sudah ada pihak lain ikut terlibat, atau apakah pelaku pun menyetor duit dari pungli pengurusan sertifikat ini kepada pihak lain, kelak hendak terungkap waktu penyidikan. Yang jelas kasus ini masuk dikembangkan oleh Dit Reskrimsus Polda Sumbar,” imbuh Irwasda Polda Sumbar mengemukakan.

    Membaca: Asrama Rumah Kayu Saksi Perjalanan Hidup Ustaz Abdul Somad Kali Remaja di Air Molek

    Pengakuan pelaku kepada penyidik Dit Reskrimsus, sebut Dody, duit sebanyak Rp 800 ribu yang dituntut kepada masing-masing pemilik sertifikat tanah, dipakai untuk pengurusan mulai dari pendataan, pengukuran tanah, hingga dengan pengambilan sertifikat di BPN Kabupaten Pasbar.

    Satgas Saber Pungli Sumbar merilis kasus OTT pengurusan sertifikat tanah di Mapolda Sumbar
    Satgas Saber Pungli Sumbar merilis kasus OTT pengurusan sertifikat tanah di Mapolda Sumbar (Tribunpekanbaru.com/Riki Suardi)

    “Duit sebanyak dituntut pelaku, sebab jarak Kenagarian Desa Baru yang berada di perbatasan Pasbar dengan Maindailing Natal, amat jauh dari Kantor BPN di Simpang Empat Pasbar, yakni 3 jam perjalanan. Jadi pelaku perlu harga yang cukup banyak,” terang Doddy.

    Diakibatkan perbuatannya, semakin Dody, penyidik Dit Reskrimsus Polda Sumbar sudah menjerat pelaku dengan apasal 12e UU Nomor31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana sudah diu ah dan ditambah dengan UU Nomor20 tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor31 tahun 1999.

    “Lalu pasal semisalnya, yakni Pasal 378 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP dengan ancaman pidana penjara maksimal seumur hidup dan paling kecil 4 tahun penjara, serta denda paling sedikit Rp200 juta dan maksimal Rp1 miliar,” pungkas Doddy.


    terima kasih telah baca informasi tentang
    Tim Saber Pungli Sumbar Tangkap Petani, Disita 380 Sertifikat Tanah dan Duit 29,9 Juta

    Sumber