‘Tweet War’ di Twitter, Mahfud MD Sebut Nama SBY, Andi Arief Singgung Soal Jabatan Cawapres Jokowi

16

Loading...

TRIBUNJABAR.ID – Wasekjen Partai Demokrat, Andi Arief dan mantan ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD adu argumen di Twitter terkait kecurangan yang hendak dihadapi KPU di semua pemilihan umum.

‘Tweet war’ keduanya dimulai dalam Rabu (9/1/2019).

Andi Arief mengkritisi ulasan Mahfud MD soal sengketa pemilu.

Loading...

“Peryataan paling berbahaya dari Prof @mohmahfudmd di ILC adalah: KPU atau aiapapun yang dianggap curang jika nggak melebihi ketidaksamaan suara antar paslon aman-aman saja,” ungkap Andi Arief.

“Dengan logika berbahaya dari Prof @mohmahfudmd, jika sudah ada kecurangan 4 jt suara nggak apa2, selama ketidaksamaan suara antar capres adalah 9 jt. BAHAYA,” lanjutnya.

Mahfud MD juga memberikan respons. Dia mengemukakan bahwa perhitungan hasil pemilu dapat dibatalkan oleh MK jika selisih suara yang diperkarakan dapat mengubah hasil perolehan suara.

Berdasarkan Mahfud MD, masalah itu diatur pada UU Nomor 8 Tahun 2011 yang disahkan kali zaman kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Jika dalam Sengketa Pemilu Anda bisa membuktikan kecurangan 1 jt kenyataannya kalahnya 3 jt maka dari itu hsl pemilu tidak bisa dibatalkan. Ini ketentuan UU Nomor.8 Tahun 2011. UU ini dibuat pada kali Partai Demokrat berkuasa. Jika mnrt Anda salah gugatlah Partai Demokrat (PD). Kok katakan berbahaya ke saya?” tulis Mahfud.

“Yang menandatangani UU Nomor. 8 Tahun 2011 adl Presiden SBY, disitu dipanggil bhw perhitungan hsl pemilu boleh dibatalkan oleh MK jika selisih suara yang diperkarakan bisa mengubah urutan perokehan suara (kemenangan). Jika Anda katakan itu berbahaya, proteslah yang menciptakan dan menandatangani UU,” lanjut Mahfud MD.

Mahfud MD pun tidak tertima ketika Andi Arief menyebut pernyataannya sebagai bahaya.

Source link

قالب وردپرس

BAGIKAN