Universitas Indonesia dan Petani Kopi Belitung Pelajari Mengolah Kopai Osing Banyuwangi

    14

    Informasi Menarik Terbaru – Informasi terbaru tentang
    Universitas Indonesia dan Petani Kopi Belitung Pelajari Mengolah Kopai Osing Banyuwangi


    TRIBUNJATIM.COM,BANYUWANGI – Tim Pengabdian Penduduk Universitas Indonesia (UI) bersama kepala desa dan petani kopi terpilih dari Desa Lilangan, Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, mempelajari tips mengolah kopi khas Banyuwangi, Kopai Osing.

    Mereka belajar pada juri kopi ternama yang pun pengelola Kopai Osing, Sanggar Genjah Arum, Kemiren, Banyuwangi, Setiawan Subekti.

    “Kita mengajak petani kopi di Belitung Timur ke Banyuwangi, pada rangka software pengabdian penduduk, pertanian berkelanjutan dan kewirausahaan berbasis kopi,” kata Ketua Tim Pengabdi sekaligus Dosen Software Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia, Sri Rahayu Kepada Tribunjatim.com, Minggu (12/8/2018).

    La Nyalla : Kemenangan Timnas U-16 Jadi Kado Terindah HUT Kemerdekaan RI ke 73

    Dosen yang akrab disapa Ayu itu menilai, Kopai Osing yang adalah produk dari Banyuwangi, sudah mempunyai branding di dunia kopi nusantara. Banyak penikmat kopi yang sudah mengenal brand Kopai Osing.

    ”Sebab itulah kita mengajak para petani kopi di Belitung Timur, untuk mempelajari tips mengolah Kopai Osing, yang nantinya supaya petani boleh menerapkan di daerahnya,” kata Ayu.

    Ayu menyampaikan Desa Lilangan, diketahui sebagai salah satu sentra kopi rakyat di Bangka Belitung. Desa ini pun mempunyai software 1001 warung kopi di Belitung.

    Hanya saja berdasarkan Diaz Pranita, anggota tim pengabdi, penanaman pohon dan pengolahan kopi di Desa Lilangan masuk tak beraturan. Banyak pohon kopi yang bekembang terlalu tinggi, sehingga tak memenuhi standar, dan semisalnya.

    “Masalah ini tentu saja masuk jauh dari kata siap, untuk melanjutkan software pertanian berkelanjutan dan kewirausahaan berbasis kopi di desa ,” kata Diaz.

    Diaz menyampaikan, sesudah menjalankan rangkaian software dari tahap pengkajian, perencanaan, dan workshop, memperlihatkan, software 1001 warung kopi, tak cukup bisa menciptakan para petani kopi cakap pada masalah pengelolaan kopi, tergolong memberikan nilai semakin pada kopi di desa itu.

    Tidak Boleh Tidur Semalam, Anggota TNI AL ini Bisa Hadiah Motor & Televisi di HUT Lanudal Juanda ke-54

    ”Sebab kita mengajak kepala desa dan petani kopi Desa Lilangan, untuk melihat dan mempelajari langsung pada ahlinya tips mengolah dan branding Kopai Osing di Banyuwangi,” kata Diaz.

    Pada kesempatan , Setiawan Subekti, mengajarkan proses pengelolaan kopi menyeluruh from seeds to cups (dari biji kopi sampai diseduh).

    Petani diajarkan bagaimana memilih benih kopi paling baik, menyemai benih, menjadi bibit kopi yang lengkap untuk dilanjutkan pada proses tanam berikutnya.

    Iwan, sapaan akrab Setiawan Subekti, pun memperlihatkan bagaimana proses pegelolaan biji kopi, mulai dari proses panen, pengeringan, penyangraian (roasting), penggilingan (grinding), bahkan proses menyajikan kopi pada cangkir ala manual brew coffee.

    Soal Mahar Rp 500 M, Andi Arief Sebut Diberi Informasi Politisi Gerindra, Awal dari Tweet Jenderal Kardus

    Berdasarkan Suparman, Kepala Desa Lilangan, edukasi dan workshop ini adalah yang paling baik dan belum pernah didapatkan sebelumnya. Baik olehnya, maupun oleh petani di Desa Lilangan.

    “Dari aktivitas ini para petani boleh mengidentifikasi varietas Kopi Lilangan yang ternyata masuk pada ketegori Excelsa – Liberica, salah satu varietas kopi yang bandel yang mempunyai tingkat keberhasilan tinggi. Kita optimis potensi kopi di Belitung Timur, khususnya di Desa Lilangan boleh lebih dioptimalkan,” kata Suparman. (haorrahman)


    terima kasih telah baca informasi tentang
    Universitas Indonesia dan Petani Kopi Belitung Pelajari Mengolah Kopai Osing Banyuwangi

    Sumber