Warga Bangkalan Rela Antre Berhari-Hari Demi Air Bersih

37
Loading...
Copy

Informasi Menarik Terbaru – Informasi terbaru tentang
Warga Bangkalan Rela Antre Berhari-Hari Demi Air Bersih


Bangkalan – Tubuh Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangkalan Madura mengungkap, sudah ada 25 desa di 13 kecamatan yang masuk ketegori rawan kering kritis.

Salah satu wilayah terdampak krisis air ialah Kecamatan Geger. Sungai-sungai dan sumur warga mengering. Untuk memenuhi keperluan, banyak warga yang terpaksa membeli air bersih. Tak terjangkau. Satu tangki air bersih boleh mencapai ratusan ribu rupiah.

Mahmud, warga Desa Banyoneng Laok mengatakan, per tangki boleh mencapai Rp 220 ribu. boleh memenuhi keperluan mandi, bersuci, dan keperluan lain. Satu tangki terkadang hanya cukup untuk memenuhi keperluan empat sampai lima hari.

“Tergantung penggunaan. Mandi tak boleh tiga mungkin sehari. Mesti mengirit air sebab mahal,” katanya kemarin (13/9/2018). Kadang warga pun membeli air bersih pada bentuk jeriken. Per jeriken relatif Rp 3.500.

Untuk mencuci pakaian, warga relatif datang ke salah satu sumber mata air yang cukup besar. Terletak di Kampung/Desa Bangsereh, Kecamatan Sepulu. Jarak dari Desa Banyoneng Laok sekeliling 6 kilometer. Sumber , kata Mahmud, pun biasa mengairi sawah warga.

“Jauh. Tetapi sebab telah keperluan, akhirnya ke sana pun,” kata pria 47 tahun .

Selain untuk mencuci, warga pun masuk mesti berjuang menemukan air bersih untuk dikonsumsi. Di Desa Banyoneng Laok, ditemukan satu sumber mata air yang dimanfaatkan warga setempat maupun warga desa sekelilingnya.

Sumber air itu tak besar. Air yang keluar dari celah bebatuan mengalir pada semacam cekungan batu dengan kedalaman sekeliling 30 sentimeter. Kalau telah terisi, baru diambil warga memakai gayung. Lalu, dituangkan ke pada jeriken. Kalau habis, warga menunggu sejumlah waktu sampai cekungan terisi lagi.

“Warga dua desa yang mengambil air di sumber ini. Desa Banyoneng Laok dan Banyoneng Dajah. Semua hari tepat banyak yang datang,’ ucap pria berkumis .

Membaca pun berita menarik radarmadura.jawapos.com semisalnya di sini.

Antre Berhari-Hari

Dia menyampaikan, warga mesti mengantre untuk menemukan air. Bahkan, warga mesti mengantre berhari-hari. Paling cepet sehari semalam baru boleh bisa bagian mengambil air. Mengingat sumber air termasuk kecil.

‘Sudah ada yang hingga lima hari. Jika waktu banyak yang mengambil ke sini, paling cepet, datang hari ini, besoknya baru boleh bisa giliran antre mengambil air,” paparnya.

Menunggu sampai berhari-hari menurutnya telah biasa digunakan penduduk di daerah itu. Karena, sumber air yang dianggap layak konsumsi hanya di kandang saja. ”Langsung boleh diminum. Tak butuh khawatir sakit perut. Asli dan herbal. Tak butuh dimasak lagi,” ujar Mahmud.

Dia berharap wilayah-wilayah terdampak kekeringan diberikan bantuan air bersih. Dengan sekian, keperluan air penduduk terpenuhi. Jadi tak butuh menunggu antrean berhari-hari ataupun menempuh jarak yang jauh. “Bantuan memang kita harapkan,” ucapnya.

Camat Geger Moh. Syafii mengatakan, ditemukan enam desa terdampak kekeringan. Selain Banyoneng Laok dan Banyoneng Dajah, kekeringan pun melanda Desa Lerpak, Kombangan, Katol Barat, dan sebagian wilayah Desa Geger. “Semua tahun daerah-daerah ini menjadi wilayah terdampak kekeringan,” jelasnya.

Pemkab Bangkalan masuk terus memberikan bantuan air bersih. Tetapi, wilayah yang termasuk kering kritis membutuhkan pasokan air lebih.

“Kita telah laporkan ke kabupaten buat wilayah-wilayah terdampak,” katanya.


terima kasih telah baca informasi tentang
Warga Bangkalan Rela Antre Berhari-Hari Demi Air Bersih

Sumber

Loading...