Warga Resah Telah Dua Hari Sampah Menumpuk, DLHK Pekanbaru Ungkap Inilah Penyebabnya

    10

    Informasi Menarik Terbaru – Informasi terbaru tentang
    Warga Resah Telah Dua Hari Sampah Menumpuk, DLHK Pekanbaru Ungkap Inilah Penyebabnya


    Laporan wartawan Tribun Pekanbaru, Syaiful Misgiono

    TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU – Menanggapi persoalan keluhan terkait banyaknya tumpukan sampah yang tak kunjung diangkut petugas , Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru, Zulfikri, Minggu (19/8/2018) tak menapik keadaan itu. Dirinya mengaku telah menemukan laporan dari anggotanya di lapangan.

    Membaca: Sempat Terjadi Kejar-kejaran, Polisi di Rohul Sukses Hentikan Pelaku, Ditemui Barang Ini

    Zulfikri berdalih tumpukan sampah yang tak kunjung diakut itu diakibatkan sebab waktu ini masuk pada waktu transisi. Dimana waktu ini khusus zona 1, yaitu kecamatan Tampan, Payung Sekaki dan Marpoyan Damai, pekerjaan pengangkutan sampah telah resmi digunakan oleh pihak ketiga yaitu PT Godang Tua Jaya (GTJ). Walau sempat menuai kontroversi tetapi perusahaan ini ternyata tetap menjadi pememang.

    “Aku telah bisa info pastinya masuk banyak tumpukan sampah di sejumlah titik. Sebab pastinya kini ini kan masuk waktu transisi, pihak ketiga bari kemarin mulai bekerja. Jadi butuh sudah ada penyesuaian,” ujarnya.

    Membaca: BNN Pusat dan BNN Provinsi Riau Gagalkan Penyelundupan Ribuan Butir Pil Ekstasi

    Pihaknya mengaku tak mau terjadi peristiwa lautan sampah yang melanda kota Pekanbaru tahun 2016 kemudian terulang kembali. Untuk , dirinya kembali mengingatkan kepada pihak ketiga supaya tak main-main pada persoalan pengangkutan sampah ini. Karena dampaknya langsung dialami oleh penduduk dan sudah ada didepan mata.

    “Aku telah instruksikan sopir untuk lekas mengakut sampah yang menumpuk walaupun belum maksimal,” katanya.

    Berdasarkan keterangan Zulfikri, waktu ini pihak pemenang jasa pengangkutan sampah zona I masuk menjalankan pemetaan. Selain , para buruh dan sopir pengangkut sampah yang selama ini bekerja dibawah naungan DLHK terpaksa mesti beradaptasi dengan lingkungan kerja baru bersama pihak ketiga.

    Membaca: 18 Web Bersejarah Ini Ditetapkan Sebagai Cagar Budaya, Tidak Bisa Diubah Desainnya Apalagi Dirusak

    “Sebab ini waktu transisi dan peralihan kewenangan dari DLHK ke pihak swasta, tentu para sopir ini mesti boleh menyesuaikan dengan aturan-aturan baru yang sudah ada di perusahaan ,” ujarnya.

    Semisal dikenal, tumpukan sampah sejumlah ruas jalan di Kota Pekanbaru mulai menghantui penduduk Pekanbaru. Apalagi Kota Pekanbaru pernah gagal pada masalah pengelolaan sampah tahun 2016 kemudian. Dimana waktu terjadi penumpukan sampah disetiap sudut kota diakibatkan aksi mogok kerja ratusan buruh pengangkut sampah yang tak dibayarkan gajinya oleh PT MIG.

    Membaca: 3 Korban Jambret Paling Parah di Pekanbaru, Terbaru Herbal Koma dan Hilang Ingatan

    Pantuan Tribun Minggu (19/8/2018) tumpukan sampah menggungung di sejumlah persimpangan jalan di Jalan Subrantas. Lokasi yang paling parah sudah ada di simpang Jalan Delima dan Putri Tujuh. Sangking parahnya sampah hingga meluber sampai ke tubuh. Bahkan hampir menutupi separo tubuh jalan diakibatkan banyaknya sampah yang tak kunjung diangkut petugas.

    Kenyataannya waktu jam memperlihatkan pukul 11.30 Wib. Tetapi tumpukan sampah masuk terlihat berserakan. Tak hanya di Jalan subrantas, keadaan serupa pun ditemui di sejumlah ruas jalan di Pekanbaru. Semisal di Jalan SM Amin, Jalan Tuanku Tambusai, Jalan Soekarno Hatta dan sejumlah ruas jalan lainya.

    Membaca: 4 Fakta Aksi Jambret di Pekanbaru yang Akibatkan Cewek Ini Terbaring Koma di Rumah Sakit

    Tumpukan sampah pun terlihat menggunung di Jalan Satria, Rejosari Tenayan Raya Pekanbaru. Di lokasi ini sampah memenuhi separo badah jalan dan menumpuk sampai sepanjang lebih kurang 10 meter.

    Membaca: Cerita Endang Korban Jambret di Pekanbaru yang Koma dan Hilang Ingatan Tidak Ingat Anak dan Keluarga

    Berdasarkan keterangan warga sekeliling, sampah itu telah dua hari tak diangkut oleh petugas. Sehingga tumpukan sampah tambah banyak dan telah mulai menciptakan penduduk sekeliling resah sebab aroma bau yang tak sedap mulai menyeruak.

    “Telah dua hari tidak sudah ada diangkut, kita juga heran pun. Baunya menyengat sekali, muntah rasanya jika melalui situ,” kata Aminuddin salah seorang warga yang melintas di Jalan Satrian Minggu (12/8/2018).


    terima kasih telah baca informasi tentang
    Warga Resah Telah Dua Hari Sampah Menumpuk, DLHK Pekanbaru Ungkap Inilah Penyebabnya

    Sumber